[audio_player]
[posts_like_dislike]
Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana menciptakan PhysioTrack, smart assistance terapi pascastroke berbasis IoT dan AI yang dapat digunakan di rumah. Tim FTEK UKSW mengembangkan inovasi ini di Salatiga pada 2026 karena keterbatasan akses rehabilitasi. Prototipe diuji pada pasien dan meraih Juara 1 Samsung Innovation Campus Batch 7.

Mbak Google

KABAR RASIKA

PhysioTrack, Inovasi Smart Assistance Karya Mahasiswa, Bantu Terapi Pasca Stroke

PhysioTrack, Inovasi Smart Assistance Karya Mahasiswa, Bantu Terapi Pasca Stroke

PhysioTrack, Inovasi Smart Assistance Karya Mahasiswa, Bantu Terapi Pasca Stroke

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Keterbatasan akses rehabilitas masih menjadi tantangan besar bagi pasien pasca stroke di Indonesia. Tidak sedikit pasien mengalami kesulitan untuk menjalani terapi secara rutin karena jarak, biaya, dan masalah keterbatasan tenaga medis.

Melihat tantangan tersebut mahasiswa Fakultas Elektronika dan Komputer (FTEK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menciptakan solusi inovatif bernama “PhysioTrack: Smart Assistance for Stroke Therapy”. Sebuah smart assistance terapi pasca stroke yang bisa dilakukan di rumah namun tetap terukur, dan terpantau sesuai dengan arahan dokter atau terapis.

Inovasi yang dirancang oleh Gaezka Ardhika Putra, Adriel Fabian Suryoto, Benedictus Samuel, dan Bagus Satrio Wicaksono sukses meraih Juara 1 Best Team kategori mahasiswa dalam Kompetisi bergengsi Samsung Innovation Campus Batch 7. Mereka berhasil mengalahkan 8000 lebih peserta dan menyisihkan tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS), Universitas Bina Nusantara (BINUS), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan kampus bergengsi lainnya di Indonesia.

Berawal dari pengalaman pribadi salah seorang anggota tim, Bagus Satrio Wicaksono, ide ini lahir dan bisa menjadi alternatif pengobatan pasca stroke. Ayah Bagus Satrio sempat mengalami stroke dan perjuangannya menjalani proses rehabilitasi di rumah sakit menginspirasinya menciptakan PhysioTrack.

Saat diwawancarai secara daring, baru-baru ini, Bagus Satrio Wicaksono menceritakan bahwa proses perancangan PhysioTrack tidak berlangsung secara instan, melainkan melalui berbagai tahapan yaitu pembelajaran, diskusi mendalam, riset, perancangan teknologi, hingga penyempurnaan solusi secara berkelanjutan selama kurang lebih enam bulan.

“Kami melihat permasalah yang ada disekitar. Kemudian tim ini mulai brainstorming dan riset singkat untuk menentukan masalah yang sangat dibutuhkan masyarakat dan relevan. Lahirlah ide membuat PhysioTrack sebagai solusi untuk proses rehabilitas pasca stroke. Prototype ini sudah di uji coba kepada salah satu pasien pasca stroke yang ada di Salatiga,” ujarnya.

Adriel Fabian Suryoto menyampaikan bahwa inovasi yang mereka rancang menggunakan pendekatan berbasis teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI). Melalui teknologi smart assistance ini setiap gerakan terapi dapat direkam, dianalisis, dan dipantau dari jarak jauh oleh tenaga medis sehingga akses terapi pasca stroke lebih mudah dilakukan.

“Karena kami mengikuti lomba, alat ini masih dalam bentuk prototype. PhysioTrack memiliki keunggulan mempermudah pasien untuk tetap menjalani rehabilitasi secara teratur dan mandiri di rumah tanpa kehilangan kontrol dari tim medis,” ungkap mahasiswa asal Salatiga ini.

BACA JUGA :

Tim Legacy R2C dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih Juara 1 kategori Search and Rescue Robot (SAR) dalam kompetisi UNLIMITED 2026 yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro di Semarang. Mereka mengembangkan ALCEO, robot berkaki enam yang mampu bernavigasi secara otonom, melewati berbagai rintangan, dan menjalankan misi penyelamatan di arena menantang.
Sukses Kembangkan Robot SAR, Mahasiswa UKSW Raih Juara 1 UNLIMITED 2026
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
[pekok2]