URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak di 24 desa di Kabupaten Semarang akan dilaksanakan pada Minggu (30/10/2022). Ke 24 desa penyelenggara Pilkades itu berasal dari 14 kecamatan yang ada di Bumi Serasi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pilkades Serentak, Satu Bakal Calon Kades di Kabupaten Semarang Dipastikan Gugur

Pilkades Serentak, Satu Bakal Calon Kades di Kabupaten Semarang Dipastikan Gugur

Pilkades Serentak, Satu Bakal Calon Kades di Kabupaten Semarang Dipastikan Gugur

featured-img

UNGARAN – Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak di 24 desa di Kabupaten Semarang akan dilaksanakan pada Minggu (30/10/2022). Ke 24 desa penyelenggara Pilkades itu berasal dari 14 kecamatan yang ada di Bumi Serasi. Dari 24 desa penyelenggara Pilkades tersebut 19 desa di antaranya diikuti oleh petahana, sementara 5 desa yang lain seluruhnya diikuti peserta yang baru.

Dari keseluruhan pendaftar bakal calon (balon) Kepala Desa (Kades), yang sudah dinyatakan lolos administrasi sebanyak 73 orang. Jumlah itu masih akan berkurang satu karena harus melalui tes kembali sesuai ketentuan yang ada.

Seperti yang disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang Aris Setyawan. Satu peserta yang dipastikan gugur itu berasal dari Desa Jetak, Kecamatan Getasan.

“Secara aturan peserta Pilkades maksimal hanya boleh diikuti lima orang, di Desa Jetak terdapat enam orang. Sehingga harus dilaksanakan seleksi lagi dan nantinya akan berkurang satu orang,” ungkapnya di Ungaran, Jumat (14/10/2022).

Kemudian fenomena yang lain, lanjut Aris, terdapat juga peserta Pilkades yang merupakan pasangan suami istri. Hal itu terjadi di lima desa yakni Desa Banyubiru Kecamatan Banyubiru, Desa Kebonagung Kecamatan Sumowono, Desa Reksosari Kecamatan Suruh, Desa Cukil Kecamatan Tengaran, dan Desa Manggihan Kecamatan Getasan.

“Syarat minimal penyelenggaraan Pilkades adalah terdapat dua peserta. Mungkin tidak ada calon lain, maka pasangannya yang diajak mendaftar (Pilkades),” ujarnya.

Saat ini tahapan yang sudah berjalan adalah pembentukan kepanitiaan termasuk panitia pengawas (panwas) Pilkades dari tingkat desa hingga kabupaten. Setelah itu akan ada penetapan Calon Kades pada tanggal 18 Oktober 2022.

“Dilanjutkan masa kampanye mulai 24 sampai 26 Oktober 2022, disusul hari tenang dari 27 sampai 29 Oktober 2022,” paparnya.

Mengenai potensi kerawanan, Aris menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Semarang. Menurutnya, semua desa memiliki karakteristik potensi kerawanan masing-masing sehingga cara bertindaknya akan disesuaikan.

“Polres Semarang sudah memetakan mana yang termasuk kerawanan tinggi, sedang dan ringan. Kalau yang ringan mungkin yang pesertanya suami istri karena tidak ada rivalitas,” imbuhnya. (win)

 

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan