KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

PMK Ancam Produktivitas Sapi Perah di Kabupaten Semarang

PMK Ancam Produktivitas Sapi Perah di Kabupaten Semarang

PMK Ancam Produktivitas Sapi Perah di Kabupaten Semarang

UNGARAN – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayah Kabupaten Semarang membuat para peternak khawatir. Bahkan, penyakit pada ternak ruminansia ini mulai menyerang sapi perah. Hal itu mengakibatkan terganggunya produktivitas susu sapi segar.

Salah satu sentra produksi susu sapi segar di Kabupaten Semarang adalah Kecamatan Getasan. Sejak muncul kali pertama pada pertengahan Mei 2022 lalu, ratusan ekor sapi perah di kecamatan ini terindikasi telah terinfeksi virus tersebut.

“Jika diakumulasi, jumlah sapi yang terindikasi telah terinfeksi PMK di 12 dusun tersebut sudah mencapai lebih dari 120 ekor,” ungkap relawan penanganan PMK di Kecamatan Getasan, drh Mukhlas Yasi Alamsyah.

Dijelaskan Mukhlas, ia dan para relawan program profesi dokter hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) sampai kewalahan membantu memberikan penanganan.

“Hampir setiap hari ada laporan warga yang ternak sapinya terindikasi PMK di beberapa tempat, sementara jumlah kami terbatas,” ujarnya.

Serangan PMK pada ternak sapi perah ini, menurut Mukhlas mengakibatkan kerugian ganda bagi para peternak. Selain kondisi kesehatan sapi yang menurun, hal ini juga mengganggu produktivitas susu sapi segar. Karena meski sapi-sapi yang terkena PMK telah pulih, produktivitasnya tidak dapat kembali seperti sebelumnya.

“Ada penurunan kualitas dan kuantitas dibandingkan sebelum kena (PMK),” terangnya.

Warga berharap ada tindakan cepat dari dinas terkait untuk megendalikan penyebaaran PMK di Kecamatan Getasan ini. Karena PMK terus mengancam produktivitas di kecamatan sentra produksi susu sapi segar ini.

“Jika satu ekor sapi kehilangan produktivitas susu hingga 10 liter, maka penurunan produksi dari 120 ekor sapi yang kena bisa mencapai 1.200 liter susu,” pungkasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis