KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pohon Natal di Rutan Salatiga, Ternyata Hasil Karya Bersama Wabin Dibantu Warga Lain Diluar Nasrani

Pohon Natal di Rutan Salatiga, Ternyata Hasil Karya Bersama Wabin Dibantu Warga Lain Diluar Nasrani

Pohon Natal di Rutan Salatiga, Ternyata Hasil Karya Bersama Wabin Dibantu Warga Lain Diluar Nasrani

RASIKAFM. COM|SALATIGA -Perayaan Natal tidak hanya dinikmati masyarakat umum. Warga binaan rumah tahanan negara (Rutan) Salatiga juga memiliki cara tersendiri untuk mwnyambut natal 2022, yakni membuat pohon natal dari bahan bekas dan pernak-pernik natal di dalam rutan.

Salah seorang warga binaan Yuliadi mengaku pembuatan pernak-pernik natal itu juga dibantu warga binaan lain yang non-Nasrani.

“Kemarin ada temen-temen Nasrani 10 orang yang ikut membuat. Bahkan ada temen-temen non-Nasrani juga ada yang ikut membantu,” ungkap Yuliadi.

Dikatakan anggaran pembuatan pernik-pernik natal itu dari warga binaan dan hanya menghabiskan sekitar Rp500.000. Sebab menggunakan barang-barang bekas yang ada di rutan. Yuliadi mengaku pembuatan pohon natal sendiri bermakna kebersamaan.

“Kebersamaan kita. Disini kan teman-teman mayoritas muslim. Tetap membantu kita,” terang dia.

Sementara Kepala Rutan Salatiga Andri Lesmano mengapresiasi warga binaan yang telah membuat pohon natal dari bahan bekas.

Pihaknya juga akan memfasilitasi misa natal pada 2 Januari 2023 mendatang. Saat ini pihaknya sedang fokus untuk mempersiapkan remisi untuk warga binaan.

Selain itu, di momen natal ini pihak rutan juga memberikan tambahan waktu untuk keluarga warga binaan yang akan berkunjung.

“Kalau masing-masing orang yang biasanya 15 menit kita tambahi lagi 15 menit jadi 30 menit sampai 45 menit. Tergantung nanti situasinya. Kalau ramai kita perpanjang lagi juga tidak ada masalah,” jelas dia.

Yuliadi pembuat pohon Natal saat diwawancarai Rasika

 

 

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
[pekok2]