[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Pohon Tumbang Timpa 3 Mobil Di Semarang, Total Kerugian Ratusan Juta 

Pohon Tumbang Timpa 3 Mobil Di Semarang, Total Kerugian Ratusan Juta 

Pohon Tumbang Timpa 3 Mobil Di Semarang, Total Kerugian Ratusan Juta 

SEMARANG – Pohon tumbang terjadi di Jalan Pleburan Barat, Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan pada Selasa (11/1/2022) sekira pukul 14.15 WIB.

Akibat dari kejadian tersebut, tiga mobil yang berada di sekitar lokasi tertimpa pohon hingga total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Untung Kistopo yang datang meninjau kejadian itu menyebut penyebab kejadian itu dikarenakan angin kencang yang menerpa daerah tersebut.

Ia menjelaksan tiga mobil yang tertimpa pohon yaitu Avanza bernomor polisi H-1364-S milik Nanda Widyaningrum warga Bergas Kabupaten Semarang. Yang kedua menimpa mobil Terios bernomor polisi N-1132-R milik Tentrem Setyaningsih warga Kelurahan Pangetan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Sedangkan mobil ketiga yaitu Jazz Merah nomor polisi J-1681-PW milik Razico Galih Priambodo warga Mijen. “Total kerugian diperkirakan Avanza sekitar Rp. 100 juta, Terios sekitar Rp. 50 juta dan Jazz sekitar Rp. 100 juta. Pohon tumbang di karenakan keropos pada batang,” bebernya.

Sementara itu, saksi mata Fandi Sukma Tirtana (39) mengaku kaget jarena pada saat adanya angin kencang mendengar suara keras ketika berada di lokasi kejadian.

“Merasakan ada angin kencang kemudian pohon di depan kedai Amarta tiba-tibq tumbang,” paparnya.

Dalam pantauan, evakuasi pohon tumbang dilakukan oleh dinas BPBD, Anggota Polsek Semarang Selatan, DPU, SARDA dan warga sekitar.

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px