URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pohon tumbang terjadi di Jalan Pleburan Barat, Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan pada Selasa (11/1/2022)

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pohon Tumbang Timpa 3 Mobil Di Semarang, Total Kerugian Ratusan Juta 

Pohon Tumbang Timpa 3 Mobil Di Semarang, Total Kerugian Ratusan Juta 

Pohon Tumbang Timpa 3 Mobil Di Semarang, Total Kerugian Ratusan Juta 

featured-img

SEMARANG – Pohon tumbang terjadi di Jalan Pleburan Barat, Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan pada Selasa (11/1/2022) sekira pukul 14.15 WIB.

Akibat dari kejadian tersebut, tiga mobil yang berada di sekitar lokasi tertimpa pohon hingga total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Untung Kistopo yang datang meninjau kejadian itu menyebut penyebab kejadian itu dikarenakan angin kencang yang menerpa daerah tersebut.

Ia menjelaksan tiga mobil yang tertimpa pohon yaitu Avanza bernomor polisi H-1364-S milik Nanda Widyaningrum warga Bergas Kabupaten Semarang. Yang kedua menimpa mobil Terios bernomor polisi N-1132-R milik Tentrem Setyaningsih warga Kelurahan Pangetan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Sedangkan mobil ketiga yaitu Jazz Merah nomor polisi J-1681-PW milik Razico Galih Priambodo warga Mijen. “Total kerugian diperkirakan Avanza sekitar Rp. 100 juta, Terios sekitar Rp. 50 juta dan Jazz sekitar Rp. 100 juta. Pohon tumbang di karenakan keropos pada batang,” bebernya.

Sementara itu, saksi mata Fandi Sukma Tirtana (39) mengaku kaget jarena pada saat adanya angin kencang mendengar suara keras ketika berada di lokasi kejadian.

“Merasakan ada angin kencang kemudian pohon di depan kedai Amarta tiba-tibq tumbang,” paparnya.

Dalam pantauan, evakuasi pohon tumbang dilakukan oleh dinas BPBD, Anggota Polsek Semarang Selatan, DPU, SARDA dan warga sekitar.

BACA JUGA :

Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat
Komunitas relawan di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, menggalakkan patroli Kejantara sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Relawan bekerja sama dengan TNGMb untuk mengaktifkan patroli Kejantara dan telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran, termasuk bak penampungan air hujan.
Merbabu Dijaga Ketat Saat Kemarau, Posko 24 Jam Disiapkan hingga Pompa Air Berdaya Jangkau 3 Kilometer
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) ini melibatkan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui edukasi dan berbagai kompetisi.
BI Jateng Perluas Literasi Ekonomi Syariah Lewat OASE 2026
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026