KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Polisi Sebut Penembakan Istri Anggota TNI di Banyumanik Bukan Dilakukan oleh Profesional, Ini Penjelasannya

Polisi Sebut Penembakan Istri Anggota TNI di Banyumanik Bukan Dilakukan oleh Profesional, Ini Penjelasannya

Polisi Sebut Penembakan Istri Anggota TNI di Banyumanik Bukan Dilakukan oleh Profesional, Ini Penjelasannya

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar bersama Dandim Kota Semarang Honi Havana saat menjelaskan hasil identifikasi komplotan penembakn terhadap istri TNI di Ruang Rupatama Polrestabes Semarang Rabu (20/7/2022).

SEMARANG – Tim Gabungan dari Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang dan TNI terus bekerja sama untuk mengungkap peristiwa kasus penembakan terhadap istri dari seorang TNI.

Aksi penembakan ini terjadi di depan rumahnya yang berada di Jalan Cemara III No.1, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang Senin (18/7/2022) sekira pukul 12.00 WIB lalu. Dua hari setelah kejadian, tim gabungan sementara telah mengidentifikasi komplotan penembakan dari CCTV.[irp posts=”40039″ name=”Mulai Temukan Titik Terang, Polisi Jelaskan Identifikasi Komplotan Penembakan Istri TNI di Semarang”]

Menurut Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, penembakan ini dilakukan oleh warga sipil yang tidak terlatih atau tidak profesional. Penjelasan itu ia berikan berdasarkan cara pelaku menembak korban untuk pertama kalinya.

Ditambahkannya, saat menunggu korban di dekat rumah, pelaku tampak berjalan-jalan secara liar dan terlihat mencurigakan. Apalagi, lanjut Irwan, saat penembakan pelaku juga tidak melakukan cara dengan benar.

“Kalau profesional cara jalannya tidak seperti ini,” ujar Kombes Irwan saat konferensi pers update kasus penembakan istri TNI di Mapolrestabes Semarang, Rabu (20/7/2022).

“Ini kalau profesional, tangan kanan ketika menembak, tangan kiri harusnya mencengkram pundak jokinya. Makanya mungkin tembakannya meleset karena pelaku tersentak,” tambahnya.

Karena mengira tembakan pertamanya gagal, pelaku dari rekaman CCTV tampak kembali lagi. Kemudian saat kembali pelaku terlihat menyiapkan pistol dengan gestur bukan penembak profesional yang juga terlihat saat tembakan kedua.

Menurut Irwan, kaki pelaku juga tidak menginjak footstep secara benar. Hal ini membuktikan bahwa pelaku adalah orang biasa yang tidak terlatih.

“Alhasil tembakannya jadi meleset ditambah ada perlawanan dari korban,” tambahnya.[irp posts=”39965″ name=”Detik-Detik Penembakan Istri TNI oleh OTK di Semarang”]

Lebih lanjut, Irwan menyebut bahwa saat komplotan menunggu korban keluar rumah, terlihat pelaku yang membinceng motor Kawasaki Ninja tampak sedang menelpon seseorang. Dari gerak-gerik pelaku ini, Irwan menyimpulkan jika mereka mendapat komando dari seseorang.

“Sebab datangnya pas sekali dengan korban yang hendak keluar,” ucapnya.

Usai mendapat ciri-ciri pelaku, Irwan menyebarkan rekaman video ke masyarakat agar membantu untuk melalukan pencarian. Irwan berharap masyarakat bisa membantu dalam memberikan informasi seperti yang sudah ia sampaikan.

“Kami harap masyarakat bisa membantu kami untuk menemukan pelaku. Apabila ada yang mendekati ciri-ciri di video bisa hubungi nomor 082242746179,” imbuhnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Toyota Land Cruiser LC 300 menjadi salah satu kendaraan yang menarik perhatian pengunjung GIIAS Semarang 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro, Rabu (30/9/2026). SUV premium tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Jawa Tengah dengan menawarkan perpaduan desain gagah, kabin mewah, performa kuat, serta kemampuan off-road.
Land Cruiser LC 300 Mencuri Perhatian di GIIAS Semarang 2026
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong peningkatan kesejahteraan anggota Linmas melalui perluasan kesempatan kerja sebagai tenaga keamanan dan kebersihan. Hal itu disampaikan saat Apel Besar Aslinmas dan Abpedmas se-Jawa Tengah di Stadion Pandanaran Wujil, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9/2026), yang diikuti lebih dari 7.000 anggota Linmas.
Saat Peserta Apel Aslinmas Berebut Ajak Foto KDM dan Sherly Tjoanda
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
[pekok2]