KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Polisi Ringkus Dua Mantan Napi Pelaku Pencurian di Resto Semarang

Polisi Ringkus Dua Mantan Napi Pelaku Pencurian di Resto Semarang

Polisi Ringkus Dua Mantan Napi Pelaku Pencurian di Resto Semarang

Foto: Dok. /IST
Rilis kasus pembobolan resto di Mapolrestabes Semarang, Jumat (10/11/2023).

Semarang – Dua mantan narapidana (Napi) berhasil diamankan oleh polisi karena terlibat dalam aksi perampokan di Resto Eatery, yang terletak di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Pendrikan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang pada Rabu (4/11/2023).

Kedua tersangka yang berhasil ditangkap adalah Budiyono alias Bodrex, seorang warga Panggung Kidul, Semarang Utara, dan Juharno, yang berasal dari Bulu Lor, Semarang Utara. Sementara itu, seorang pelaku lainnya yang bernama Feri masih dalam pengejaran oleh pihak kepolisian.

Menurut keterangan Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lombantoruan, kedua tersangka berhasil ditangkap tidak lama setelah korban melaporkan kejadian tersebut. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa kelompok pencuri ini telah melakukan aksi serupa sebanyak empat kali.

Aksi pertama terjadi pada Rabu, 18 Oktober 2023, di Resto Pempek Ny. Kamto, Jalan Brigjend Sudiarto No. 246, Kelurahan Kalicari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Pada kejadian tersebut, mereka berhasil membawa kabur sepeda motor dan mesin kasir. Kemudian, pada Sabtu, 28 Oktober 2023, aksi serupa terulang di Resto Kanisero, Jalan Sriwijaya No. 74, Rt.002 Rw.011, Kelurahan Wondri, Kecamatan Semarang Selatan, dengan kerugian berupa tiga handphone dan uang tunai sebesar Rp. 6,3 juta.

Aksi perampokan ketiga dilakukan di Apotek Kliniken, Jalan Wr. Supratman, pada Senin, 25 September 2023, dengan merampas laptop dan uang senilai Rp. 2 juta. Sedangkan kejadian terakhir terjadi di Resto Eatery, dengan kerugian berupa dua tab Samsung, sebuah televisi, dan uang sejumlah Rp. 3,75 juta.

“Pelaku melakukan pencurian pada malam hari dengan kondisi situasi lingkungan sepi, sehingga pelaku dengan leluasa melakukan pencurian tersebut. Pelaku melakukan pencurian dengan cara merusak gembok dengan menggunakan kunci L, selanjutnya pelaku membuka paksa merusak folding gate dengan menggunakan obeng,” terangnya saat rilis kasus di Mapolrestabe Semarang, Jumat (10/11).

Dari hasil penelusuran, ternyata para pelaku saling kenal saat mendekam di penjara. Atas perbutannya, pelaku terancam Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman penjara 7 tahun.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]