KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Buruh Harian Ditangkap usai Curi Motor di Salatiga, Polisi Dalami Dugaan Aksi Berulang

Buruh Harian Ditangkap usai Curi Motor di Salatiga, Polisi Dalami Dugaan Aksi Berulang

Buruh Harian Ditangkap usai Curi Motor di Salatiga, Polisi Dalami Dugaan Aksi Berulang

Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi, menunjukkan motor hasil curian (Foto Arief Rasika)

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Satreskrim Polres Salatiga, Jawa Tengah berhasil meringkus seorang buruh harian lepas yang melakukan aksi secara berulang di wilayah itu. Buruh berinisial GR itu ditangkap paska mencuri sepeda motor Supra milik warga Tengaran. Satreskrim i menunjukkan komitmennya dalam mengungkap tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Seorang pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti sepeda motor hasil kejahatan setelah dilakukan serangkaian penyelidikan secara intensif.

Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi, menjelaskan bahwa tersangka yang berhasil diamankan berinisial GR (50), seorang buruh harian lepas asal Kabupaten Semarang.

Kasus bermula dari laporan korban yang kehilangan sepeda motor Honda Supra 125 saat diparkir di teras rumahnya di Kampung Ngronggo, Kumpulrejo, Argomulyo, Kota Salatiga.

Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa pada Minggu malam 6 Juli 2026, korban memarkirkan sepeda motornya di teras rumah dalam kondisi tidak dikunci stang.

Keesokan harinya, Senin 7 Juli 2026 sekitar pukul 05.00 WIB, korban mendapati kendaraan tersebut telah hilang.

Setelah berupaya mencari di sekitar lokasi namun tidak berhasil menemukannya, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Salatiga.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Polres Salatiga melakukan serangkaian penyelidikan, pemeriksaan saksi, serta pengumpulan alat bukti hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi pelaku.

Pada Jumat 18 Juli 2026 sekitar pukul 01.00 WIB, petugas berhasil mengamankan tersangka di sebuah rumah kontrakan di wilayah Jembangan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Dalam penangkapan tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Supra 125 milik korban, sebuah tas selempang, alat yang diduga digunakan untuk melakukan aksi pencurian, serta STNK kendaraan milik korban.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui telah melakukan pencurian kendaraan bermotor tersebut.

Tidak hanya itu, penyidik juga memperoleh pengakuan bahwa tersangka diduga pernah melakukan beberapa aksi pencurian lainnya di wilayah Kota Salatiga, antara lain pencurian sepeda motor di kawasan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, serta pencurian sejumlah sepeda di wilayah Kalibening, Randuacir, dan sekitarnya.

Atas pengakuan tersebut, Satreskrim Polres Salatiga saat ini masih melakukan pendalaman dan pengembangan guna memastikan keterlibatan tersangka dalam sejumlah tindak pidana lain serta menelusuri kemungkinan adanya barang bukti maupun korban lainnya.

Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
[pekok2]