URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
ChatGPT bilang: Polsek Sidorejo Polres Salatiga mengamankan dan memberikan pembinaan kepada enam siswa yang kedapatan membolos sekolah di area Makam Bong, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, pada Jumat (25/07/2025), sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan. Para siswa yang berasal dari SMAN 1 Tuntang dan SMK Muhammadiyah Salatiga itu diketahui bolos saat personel Polsek tengah berolahraga di Jalan Ki Penjawi dan melihat mereka berkumpul di area makam.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Polsek Sidorejo Mendadak Amankan Enam Siswa asal Kabupaten Semarang, ada Apa?

Polsek Sidorejo Mendadak Amankan Enam Siswa asal Kabupaten Semarang, ada Apa?

Polsek Sidorejo Mendadak Amankan Enam Siswa asal Kabupaten Semarang, ada Apa?

Sejumlah siswa dari Tuntang kabupaten Semarang saat berada dimapolsek Sidorejo, 25.7.2025 foto dok IST
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Polsek Sidorejo Polres Salatiga tunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan mengamankan dan memberikan pembinaan terhadap enam orang siswa yang kedapatan bolos sekolah di area Makam Bong (makam etnis Tionghoa) di wilayah Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Personel Polsek Sidorejo yang tengah melaksanakan olahraga di sepanjang Jalan Ki Penjawi, melihat sekelompok pelajar berseragam pramuka berada di area makam. Saat didatangi dan dikonfirmasi, para pelajar tersebut mengakui sedang bolos sekolah.

Adapun identitas para siswa tersebut terdiri dari pelajar SMAN 1 Tuntang dan SMK Muhammadiyah Salatiga yang berasal dari wilayah Tuntang, Kabupaten Semarang.

Para siswa kemudian dibawa ke Mapolsek Sidorejo untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Guna memberikan efek jera serta mencegah kejadian serupa terulang, pihak Polsek Sidorejo juga mengundang pihak sekolah dan orang tua siswa. Selanjutnya, para siswa diserahkan kembali kepada pihak sekolah karena masih dalam jam pelajaran aktif.

Kapolsek Sidorejo, AKP Sarwoko, S.H., menegaskan bahwa tindakan ini dilakukan bukan untuk menghukum, melainkan sebagai bentuk perhatian dan pembinaan agar para siswa menyadari pentingnya pendidikan serta disiplin.

“Kami ingin anak-anak ini tetap semangat belajar dan tidak mengulangi perbuatannya. Harapannya, orang tua dan pihak sekolah ikut bersinergi menjaga dan mengarahkan anak-anak kita ke jalan yang benar,” jelas Sarwoko

Pihak sekolah, yang diwakili oleh Zamah dari SMK Muhammadiyah Salatiga dan Ibu Vero, Guru BK dari SMAN 1 Tuntang, menyampaikan apresiasi kepada Polsek Sidorejo atas perhatian dan tindakannya yang dinilai cepat, tepat, serta edukatif.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen Polsek Sidorejo dalam mewujudkan generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan, sekaligus memperkuat sinergitas Polri dengan masyarakat dan lembaga pendidikan.

BACA JUGA :

Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa
Satreskrim Polres Semarang mengembangkan penyelidikan dugaan pencurian dengan kekerasan di konter HP Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, setelah ditemukan sesosok mayat dan mobil milik korban di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, Jumat (7/8/2026). Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, hasil olah tempat kejadian perkara, serta barang bukti untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan keterkaitan kedua
Polisi Selidiki Dugaan Curas Royal Phone Ambarawa hingga Telusuri Penemuan Mayat di Grobogan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved