KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Relokasi Pasar Bandungan, Pedagang Tunggu Weton Baik Tempati Los Baru

Relokasi Pasar Bandungan, Pedagang Tunggu Weton Baik Tempati Los Baru

Relokasi Pasar Bandungan, Pedagang Tunggu Weton Baik Tempati Los Baru

Kondisi Pasar Bandungan baru pada Selasa (2/2/2021) masih tampak sepi karena sebagian pedagang masih menunggu hari baiknya untuk menempati los. (Foto/IST)

UNGARAN – Meski proses pemindahan ratusan pedagang pasar Bandungan lama sudah selesai, akan tetapi belum semua pedagang membuka lapaknya di tempat yang baru.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang Heru Cahyono mengatakan saat ini total ada 947 pedagang. Dari jumlah itu, masih sekitar 40 persen belum menempati los di tempat yang baru karena menunggu hari baiknya. Dikatakannya tidak hanya pedagang dari Pasar Bandungan lama yang masuk ke Pasar Bandungan baru, pedagang di sekitaran pasar lama mulai dari penjual gorengan, buah, hingga bunga pun ikut dipindahkan.

Pembukaan resmi Pasar Bandungan baru seharusnya dilakukan tanggal 27 Januari 2021, akan tetapi karena sedang PPKM maka ditunda hingga pemberitahuan selanjutnya.

Salah satu pedagang Sri Wahyuni mengungkapkan dia mulai aktif berjualan baru beberapa hari belakangan. Hingga saat ini diakuinya belum ada keluhan. Menurutnya, menurunnya pendapatan lebih dikarenakan pandemi, sedangkan faktor lokasi yang baru belum banyak berpengaruh. (win)

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama