KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ribuan Lansia Tengaran Menunggu Giliran Vaksin

Ribuan Lansia Tengaran Menunggu Giliran Vaksin

Ribuan Lansia Tengaran Menunggu Giliran Vaksin

Rapat koordinasi antara kades dan bidan desa se kecamatan Tengaran dalam rangka penanggulanggan penyebaran Covid 19

RASIKAFM – Sedikitnya 7.600 manula warga Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang dengan kategori lanjut usia diketahui belum mendapat suntikan vaksinasi virus Corona (Covid-19).

Ribuan warga lansia tersebut belum menerima vaksinasi Corona bukan sebab tidak dimasukkan daftar melainkan karena sebagian tidak mempercayai adanya virus dan kehalalan vaksin.

Kepala Puskesmas Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang dr. Aswindar Adi Gumilang mengatakan total warga lansia tercatat 9 ribu orang. Mereka yang telah disuntik vaksin Covid-19 baru sebanyak 1.400 orang.

“Mustinya capaian kami bisa lebih dari angka sekarang. Tetapi faktanya banyak warga lansia menolak divaksin. Mereka terpengaruh hoaks sehingga tidak bersedia,” terangnya dalam rapat koordinasi bersama Kades dan Bidan di Aula Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (24/5/2021)

Menurut Aswindar, selain adanya informasi palsu yang beredar warga lansia sasaran vaksinasi juga terpengaruh sejumlah oknum tokoh masyarakat akan kebenaran virus Corona dan kehalalan bahan baku pembuatan vaksin Covid-19.

Ia menambahkan, pasca libur Lebaran Idul Fitri 2021 angka kasus penularan virus Corona pada wilayah Kecamatan Tengaran mengalami kenaikan bahkan berpotensi menjadi daerah zona merah apabila tidak segera diantisipasi.

“Saat ini penularan diangka 45-50 kasus prosentasenya. Dari setiap 10 sampel kontak erat warga positif Corona 2-3 menunjukkan hasil reaktif Covid-19,” katanya

Plt Camat Tengaran, Kabupaten Semarang Seno Wibowo menyampaikan mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 khususnya seusai libur Lebaran Idul Fitri jajarannya bersama pihak terkait mengharap ada tindakan lebih tegas mengenai protokol kesehatan.

Wibowo mengaku, selama bulan Ramadan sampai Idul Fitri aktivitas masyarakat baik ditempat ibadah, pasar, dan ruang publik lain dinilai mulai tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Misalnya itu nampak pada kuota mustinya keterisian ruangan 50 persen, tetapi faktanya lebih otomatis aturan menjaga jarak kurang dapat diterapkan. Lalu mulai lupa memakai masker, dan mencuci tangan,” ujarnya

Dirinya menyebutkan, Pemerintah Kecamatan Tengaran tidak melarang aktivitas masyarakat seperti kegiatan budaya atau tradisi syawalan maupun pesta pernikahan. Hanya saja, sejumlah acara tersebut diharapkan selalu menerapkan protokol kesehatan. (rief)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]