KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

RSUP Kariadi Semarang Gelar Simulasi Pelatihan Penanganan Saat Kebakaran

RSUP Kariadi Semarang Gelar Simulasi Pelatihan Penanganan Saat Kebakaran

RSUP Kariadi Semarang Gelar Simulasi Pelatihan Penanganan Saat Kebakaran

SEMARANG – RSUP dr. Kariadi Semarang menggelar simulasi pelatihan penanganan dan pencegahan ketika terjadi kebakaran yang bisa berdampak pada kerugian korban jiwa maupun materiil.

Kegiatan tersebut dilakukan sebulan penuh mulai 12 Januari hingga 12 Februari atau sama dengan memperinganti sebagai bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Simulasi dilakukan di gedung Penunjang melihatkan seluruh karyawan yang bertugas di gedung tersebut mulai dari para dokter, perawat,teknisi hingga Satuan Pengamanan (Satpam).

“Kami lakukan simulasi kebakaran yang sudah dilakukan dua hari kemarin,” terang Anggota Sub Komite K3 RSUP Kariadi Semarang, Titis Nuruttaqi Bintarosyana kepada wartawan, Rabu (2/2/2022).

Ia menyebut bahwa smulasi tersebut tentu menjadi penting bagi karyawan rumah sakit, apalagi bangunan itu milik pemerintah yang di penghujung tahun kemarin mendapatkan musibah kebakaran di gedung Kasuari.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, peristiwa kebakaran di gedung Kasuari menjadi bukti bahwa pihak rumah sakit telah menerapkan K3 lebih baik. Sebelum kejadian kebakaran di gedung itu, di RSUP Dr. Kariadi memang pernah terjadi kebakaran namun hanya skala kecil yang mampu ditanggulangi oleh karyawan.

“Itu pun sudah lama dan jarang sekali, semisal kami pernah tangani kejadian kebakaran kecil berupa sampah di lingkungan rumah sakit terbakar saat musim panas,” paparnya.

Saat kejadian itu, ia melihat penerapan K3 sudah dilakukan oleh karyawan di gedung tersebut mulai dari proses pemadaman api, petugas evakuasi dan lainnya. Hanya saja terdapat kendala di lapangan berupa peralatan dan sistem kelistrikan yang banyak sekali di ruangan sehingga menjadi titik awal sumber api.

Akibatnya, karyawan yang bertugas di bagian pemadam api kesulitan menjinakan api dengan menggunakan peralatan APAR. Meski telah menggunakan empat APAR dan menyemprotkan hydrant, api belum dapat dipadamkan sehingga pihaknya meminta bantuan dari Damkar Kota Semarang.

“Meskipun Standar Prosedur Operasional (SPO) sudah berjalan dengan baik, dari kejadian itu kami melakukan evaluasi,” katanya.

Evaluasi yang dilakukan berupa karyawan harus menyadari terhadap pentingnya peralatan seperti sistem kelistrikan yang aman dan sebaliknya.

“Dulu K3 kami hanya patroli melihat keselamatan dan keamanannya. Selepas kejadian itu kami galakan program kerja baru berupa fire safety patrol,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program itu lebih menitikberatkan potensi-potensi bahaya kebakaran di unit kerja.

Setiap unit kerja yang melakukan save assessment nantinya akan dilakukan validasi.

“Sarana dan prasarananya yang lebih kita jaga sehingga ketika ada alat seperti kabel sudah aus harus segera diganti,” tuturnya.

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
[pekok2]