BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Emas Semarang merilis prakiraan pasang surut dan cuaca maritim terbaru untuk wilayah Perairan Semarang–Demak dan Laut Jawa bagian tengah. Berdasarkan data prakiraan harian, kondisi muka air laut pada Rabu, 20 Mei 2026, menunjukkan tren kenaikan signifikan sejak pagi hingga memasuki siang hari.
Grafik prakiraan pasang surut menunjukkan tinggi muka air laut berada di kisaran 0,3 meter pada pukul 01.00–02.00 WIB. Ketinggian air kemudian meningkat bertahap menjadi 0,6 meter pada pukul 06.00 WIB dan terus naik hingga 0,8 meter pada pukul 09.00 WIB.
Puncak pasang maksimum diprakirakan terjadi pada pukul 12.00 hingga 13.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai 1 meter. Kondisi tersebut berada jauh di atas garis Mean Sea Level (MSL) sebesar 0,6 meter. Setelah mencapai puncak, muka air laut mulai menurun secara perlahan menjadi 0,9 meter pada pukul 14.00–15.00 WIB dan turun hingga 0,3 meter menjelang malam hari.
Kondisi pasang maksimum berpotensi memicu peningkatan genangan rob di sejumlah wilayah pesisir Semarang, kawasan pelabuhan, tambak, permukiman dataran rendah, serta akses jalan di sekitar pantai utara Jawa Tengah. Aktivitas pelayaran, nelayan, dan distribusi logistik laut diperkirakan perlu meningkatkan kewaspadaan terutama saat periode pasang siang hari berlangsung.
Sementara itu, prakiraan cuaca maritim di Perairan Semarang–Demak didominasi kondisi berawan tebal hingga cerah berawan. Suhu udara berkisar antara 26–29 derajat Celsius dengan kelembapan udara relatif tinggi mencapai 77–87 persen.
Kecepatan angin diprakirakan berada pada kisaran 4–8 knot dengan hembusan maksimum mencapai 17 knot. Arah arus laut dominan menuju selatan hingga tenggara dengan kecepatan arus berkisar 0,69–1,18 knot. Tinggi gelombang laut relatif rendah, yakni sekitar 0,1–0,5 meter sehingga kondisi perairan secara umum masih tergolong aman bagi aktivitas pelayaran skala kecil hingga menengah.
BMKG juga mencatat suhu permukaan laut berada di kisaran 31 derajat Celsius. Kombinasi suhu laut hangat, kelembapan tinggi, dan pasang maksimum pada siang hari menjadi faktor yang dapat meningkatkan potensi genangan di wilayah pesisir.
Masyarakat pesisir Semarang, Demak, dan wilayah pantai utara Jawa Tengah diimbau terus memantau informasi cuaca maritim dan pasang surut terbaru dari BMKG, terutama bagi warga yang beraktivitas di kawasan pelabuhan, tambak, maupun jalur pesisir rawan rob.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang Rabu, 20 Mei 2026 pic.twitter.com/7hPrSr3RHV
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) May 19, 2026
