URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Karti Heri Astuti, pemilik toko sembako di Pasar Bandarjo Ungaran, Kabupaten Semarang, mengeluhkan kelangkaan pasokan beras premium selama sebulan terakhir. Kekurangan stok tersebut membuat toko miliknya kehabisan persediaan, yang semakin diperparah dengan kenaikan harga beras dalam beberapa bulan terakhir.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Satu Bulan Tak Dapat Kiriman, Stok Beras di Toko Sembako di Ungaran Menipis

Satu Bulan Tak Dapat Kiriman, Stok Beras di Toko Sembako di Ungaran Menipis

Satu Bulan Tak Dapat Kiriman, Stok Beras di Toko Sembako di Ungaran Menipis

Stok beras premium di salah satu toko sembako di Pasar Bandarjo Ungaran langka, Rabu (21/2/2024). Foto: win
Stok beras premium di salah satu toko sembako di Pasar Bandarjo Ungaran langka, Rabu (21/2/2024). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Karti Heri Astuti, seorang pemilik toko sembako di kawasan Pasar Bandarjo Ungaran, Kabupaten Semarang mengeluh sudah sebulan terakhir tidak mendapatkan pasokan beras premium. Akibatnya, toko yang dikelolanya kini kehabisan stok. Kondisi itu diperparah dengan naiknya harga beras dalam beberapa bulan terakhir.

“Saya sudah pesan sebulan yang lalu sampai sekarang belum dikirim. Selain itu bakul-bakul (pedagang warung makan) banyak yang beli ke tempat saya, karena langka jadi cepat habis,” ujarnya, Rabu (21/2/2024).

Menurutnya, kelangkaan beras itu turut menjadi penyebab harga beras terus mengalami kenaikan. Beras eceran di toko miliknya kini dijual dengan harga Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu per kilogram.

“Harga terus naik ini. Katanya para petani banyak yang gagal panen karena sawahnya terendam banjir,” ungkapnya.

Karti mengaku ketersediaan di toko miliknya hanya beras lokal dan beras jenis medium. Hal itu menyebabkan para konsumen yang terbiasa membeli beras premium berganti membeli beras medium.

“Ya gimana lagi, hampir semuanya juga langka (beras premium). Mau tidak mau konsumen belinya beras yang ada,” keluhnya.

Sementara itu, dari data dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian & Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang per Selasa (20/2/2024), rata-rata harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Semarang mencapai Rp 17.200 (premium) dan Rp 16.200 (medium) per kilogramnya. (win)

BACA JUGA :

Hari Jadi ke-81 Jateng Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun
Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Bank Indonesia mencatat pengguna QRIS di Jawa Tengah mencapai 9,08 juta hingga Juni 2026, menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan jumlah pengguna terbesar ketiga secara nasional. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan pembayaran digital, sementara jumlah merchant QRIS mencapai 4,52 juta dan menjadi yang terbesar keempat secara nasional.
Pengguna QRIS di Jateng Tembus 9,08 Juta, Terbesar Ketiga Nasional
Bank Indonesia Jawa Tengah mewaspadai dampak kekeringan pada semester II 2026 terhadap produksi pangan dan stabilitas harga. Dalam Media Briefing di Pekalongan, Kamis (13/8/2026), BI mencatat Jawa Tengah mengalami deflasi 0,13 persen pada Juli dengan inflasi tahunan sekitar 2,6 persen, namun tetap mengantisipasi gejolak harga komoditas pangan.
BI Jateng Waspadai Dampak Kekeringan, Pengendalian Inflasi Diperkuat

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved