URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Siap-Siap! Pemudik Masuk Wilayah Kabupaten Semarang Bakal Jalani Swab Antigen Di Rest Area

Siap-Siap! Pemudik Masuk Wilayah Kabupaten Semarang Bakal Jalani Swab Antigen Di Rest Area

Siap-Siap! Pemudik Masuk Wilayah Kabupaten Semarang Bakal Jalani Swab Antigen Di Rest Area

featured-img

Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo bersama Bupati Semarang Ngesti Nugraha dan unsur forkompimda mengecek kesiapan sarana prasarana usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2021 di Alun-alun Bung Karno Ungaran, Rabu (5/5/2021). (Foto/win)

UNGARAN – Operasi kemanusiaan dengan sandi Ketupat Candi 2021 dalam rangka pengamanan perayaan Idul Fitri 1442 H di wilayah hukum Polres Semarang telah digelar pada Rabu (5/5/2021). Ratusan personil baik TNI, Polri bersama unsur instansi samping yang lain turut disiagakan.

Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo usai memimpin gelar pasukan dalam Operasi Ketupat Candi (OKC) 2021 di Alun-alun Bung Karno Ungaran menuturkan, operasi ini merupakan operasi kemanusiaan terpusat yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia yang dilaksanakan mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Di wilayah Kabupaten Semarang ada 14 titik pos pengamanan (pospam) di jalur konvensional serta 2 titik di rest area KM 429 dan 456. Diakui Ari, jelang pelaksanaan OKC ada peningkatan arus kendaraan yang masuk ke Kabupaten Semarang. Oleh sebab upaya penyekatan telah dilaksanakan oleh Polda Jawa Tengah di wilayah yang berbatasan dengan Jawa Barat, Jawa Timur dan DIY, maka sebagai upaya antisipasi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang untuk melaksanakan filterisasi di rest area dengan melakukan swab antigen bagi pemudik yang datang.

Ditambahkan Ari, sejak dua pekan terakhir berdasarkan data yang masuk sudah ada 200-an pemudik yang datang ke Kabupaten Semarang. Dari jumlah tersebut, sampai saat ini belum ada yang terindikasi positif Covid-19 setelah menjalani swab antigen. Pihaknya bersama-sama dengan unsur desa yakni Satgas Jogo Tonggo hingga tingkat RT memperkuat PPKM mikro. Selain bertugas mencatat dan melaporkan kedatangan pemudik, mereka juga akan memfasilitasi pendatang untuk melaksanakan swab antigen. (win)

BACA JUGA :

Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026