URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Della Roslia (27), seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 009 Perumahan Taman Bukit Klepu, Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, menjadi korban pencurian kendaraan bermotor saat tengah sibuk melakukan rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2024 pada Rabu (14/2/2024) malam. Sepeda motor miliknya, Honda Scoopy K2389KJ, digondol maling saat ia terfokus pada tugasnya.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sibuk Rekapitulasi Penghitungan Suara, Motor Petugas KPPS di Pringapus Ini Digondol Maling

Sibuk Rekapitulasi Penghitungan Suara, Motor Petugas KPPS di Pringapus Ini Digondol Maling

Sibuk Rekapitulasi Penghitungan Suara, Motor Petugas KPPS di Pringapus Ini Digondol Maling

Sepeda motor milik salah seorang petugas KPPS di TPS 009 Perumahan Taman Bukit Klepu, Pringapus, sempat digondol maling saat pemiliknya bertugas merekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2024, Rabu (14/2/2024) malam.

Foto: Humas Polres Semarang

Sepeda motor milik salah seorang petugas KPPS di TPS 009 Perumahan Taman Bukit Klepu, Pringapus, sempat digondol maling saat pemiliknya bertugas merekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2024, Rabu (14/2/2024) malam.
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Della Roslia (27), warga Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang yang merupakan seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 009 Perumahan Taman Bukit Klepu menjadi sasaran pencurian kendaraan bermotor.

Sepeda motor jenis Honda Scoopy K2389KJ miliknya digondol maling saat ia tengah sibuk melakukan rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2024, Rabu (14/2/2024) malam.

Kapolsek Bergas AKP Wahyono menjelaskan pelaku adalah seorang pemuda berinisial GS (20), warga Kecamatan Bringin yang kesehariannya bekerja sebagai buruh pabrik di sebuah perusahaan konveksi di kawasan Pringapus. Kronologinya, pelaku beraksi sepulang membeli makan malam tak jauh dari lokasi.

“Saat pulang pelaku melihat kunci motor korban yang diletakkan di dashboard, kemudian timbul niat jahatnya,” ungkap Wahyono saat dikonfirmasi, Kamis (15/2/2024).

Sementara dari keterangan Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Aditya Perdana, modus yang digunakan pelaku adalah dengan berpura-pura melihat proses rekapitulasi penghitungan suara sambil mengamati situasi dengan cara duduk di atas sepeda motor korban.

“Melihat situasi aman, pelaku mendorong motor tersebut menjauh dari TPS. Namun diketahui korban sehingga diteriaki. Warga kemudian mengejar dan pelaku berhasil diamankan,” terangnya.

Usai diamankan, Ketua KPPS setempat menghubungi personel Polres Semarang bersama TNI yang sedang melaksanakan patroli di wilayah setempat. Pelaku kemudian diserahkan kepada aparat yang berwajib untuk dimintai keterangan.

“Pelaku mengaku terdesak kebutuhan ekonomi karena punya cicilan sepeda motor,” urainya.

Aditya juga menyampaikan imbauan kepada warga Kabupaten Semarang untuk lebih teliti sebelum meninggalkan kendaraan. “Jangan menaruh kunci kontak dan barang berharga di kendaraan. Bila perlu gunakan kunci ganda dan parkir di tempat yang aman,” pesannya. (win)

BACA JUGA :

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Daihatsu Xenia bernopol D 1712 DW terbakar sekitar 100 meter setelah mengisi BBM di SPBU Kampung Kali, Jalan Mayjen Sutoyo, Semarang, Senin (17/8/2026) malam. Pertamina menyebut pengemudi diketahui merokok sebelum kendaraan terbakar, sementara penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan keterangan resmi kepolisian.
Mobil Xenia Terbakar 100 Meter dari SPBU, Pertamina Soroti Empat Galon BBM
Pengemudi Toyota Innova berinisial SW, warga Ambarawa, diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat terlibat kecelakaan dengan Honda Vario di Jalan Fatmawati, Blotongan, Salatiga, Sabtu (16/8/2026) tengah malam. Korban mengalami luka ringan. Kedua pihak berdamai, sementara polisi tetap menilang SW karena mengemudi dalam pengaruh miras.
Akhir Pelarian Diduga Pelaku Tabrak Lari di Jalan Fatmawati Blotongan, Pelaku dan Korban Damai

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved