URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kendal dalam rangka menengok Rumah Tak Layak Huni (RTLH). Ini merupakan bagian dari upaya penghapusan kemiskinan ekstrem di Kendal.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sidak SPBU, Ganjar Pastikan Stok Bahan Bakar Mulai Terkendali

Sidak SPBU, Ganjar Pastikan Stok Bahan Bakar Mulai Terkendali

Sidak SPBU, Ganjar Pastikan Stok Bahan Bakar Mulai Terkendali

featured-img

SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kendal dalam rangka menengok Rumah Tak Layak Huni (RTLH). Ini merupakan bagian dari upaya penghapusan kemiskinan ekstrem di Kendal.

Berangkat dari kantor pukul 12.30 WIB, Ganjar langsung menuju Kendal. Namun ketika melintasi wilayah Kaliwungu, Ganjar kembali menyidak sebuah SPBU Pertamina.

Operator SPBU bernama Halim, kaget ketika melihat Ganjar turun dari mobilnya. Nozzle yang masih dipegang usai melayani konsumen langsung diletakkan dan dirinya menyapa Ganjar.

“Mas piye, ramai ya. Pasokane aman?,” ujar Ganjar.

“Eh pak Ganjar to, ya pak ada apa ini waduh,” tutur Halim tampak gugup.

Ganjar kemudian bertanya terkait konsumen Dexlite dan Pertalite di SPBU tersebut. Halim menyebut setiap hari ramai. Kebijakan untuk mengatasi kelangkaan adalah dengan membatasi pembelian.

“Maksimal kan Rp200.000, hari-hari ya ramai. Apalagi hari senin kan, pekerja banyak sekali antrinya panjang tiap pagi sama sore,” katanya.

Pembatasan, kata Halim, juga berlaku untuk pembelian solar. Apalagi pekan lalu pasokan solar dikabarkan susah di sejumlah wilayah.

Ganjar juga sempat menyapa sejumlah sopir truk. Beberapa mengaku masih mudah menemukan solar. Ganjar mengatakan, saat ini banyak orang yang membeli pertalite.

“Maka sempat ada pembatasan orang beli Rp 200.000 di sini, yang solar juga sangat di kontrol betul,” ujarnya.

Ganjar juga mengapresiasi sistem kontrol yang dilakukan pihak SPBU. Yakni dengan mencatat identitas sopir truk, nomor plat kendaraan serta jumlah penbelian bahan bakar.

“Di sini tadi pasokannya bagus tapi dengan pembatasan, nah ini untuk kontrol aja. Selagi ini masih bisa dikontrol dan kecukupannya ada menurut saya ini bagus dan saya cek sampai hari ini masih aman,” tandas Ganjar.

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara