KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Srawung Semarangan, Melihat Sejarah Kabupaten Semarang yang Tersimpan

Srawung Semarangan, Melihat Sejarah Kabupaten Semarang yang Tersimpan

Srawung Semarangan, Melihat Sejarah Kabupaten Semarang yang Tersimpan

UNGARAN – Beragam dokumentasi mengenai situasi kamp konsentrasi (interniran) di Ambarawa, Kabupaten Semarang pada era pra kemerdekaan Republik Indonesia dipamerkan di Benteng Willem II Ungaran, belum lama ini. Gambar itu menjadi bukti bahwa Kabupaten Semarang memiliki bagian penting dalam sejarah berdirinya negara Indonesia.

Tak hanya itu, berbagai literasi tentang perjalanan sejarah pada masa 1942 – 1945 juga dipamerkan dalam kegiatan Srawung Semarangan bertajuk Pameran Naratif Sejarah Kabupaten Semarang ini.

Ketua Gambang Semarang Art Company (GASC) Tri Subekso sekaligus penggagas acara ini mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menyingkap fakta sejarah di Kabupaten Semarang yang belum banyak diketahui masyarakat umum.

“Misalnya di Benteng Willem II ini, kenapa dinamakan Benteng Diponegoro ternyata dahulu Pangeran Diponegoro pernah ditawan di sini,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, acara ini juga dimaksudkan untuk memantik kesadaran para pegiat sejarah khususnya di Kabupaten Semarang untuk menggali lagi lebih dalam mengenai apa saja yang terjadi di masa lampau.

“Misalnya soal rempah-rempah, ternyata Kabupaten Semarang ini merupakan jalur rempah khususnya tanaman pala yang dilalui Belanda. Buktinya di Ungaran ada perkebunan pala, sampai sekarang masih berproduksi,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya hal ini bisa menambah pengetahuan baru, khususnya bagi para guru dan murid dalam memahami fakta sejarah Kabupaten Semarang.

“Harapan kami kegiatan ini bisa konsisten, ada terus. Kalau dua hari rasa-rasanya kurang, sebab ada value positif yang bisa diambil tentang sejarah Kabupaten Semarang,” tukasnya. (win)

 

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang