[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Tekan Inflasi, Bank Indonesia Jual Cabai dan Bawang Merah Rp 1.000 di Bazar Ramadan Semarang

Bazar Ramadan di halaman Balai Kota Semarang menawarkan cabai dan bawang merah dengan harga murah sebesar Rp 1.000 per seperempat kilogram. Inisiatif ini dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang dan Bank Indonesia untuk membantu menekan inflasi yang biasanya meningkat pada saat Ramadan dan Hari Raya. Uang hasil penjualan cabai dan bawang merah tersebut akan disumbangkan ke PMI Jawa Tengah.

Bazar Ramadan di halaman Balai Kota Semarang menawarkan cabai dan bawang merah dengan harga murah sebesar Rp 1.000 per seperempat kilogram. Inisiatif ini dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang dan Bank Indonesia untuk membantu menekan inflasi yang biasanya meningkat pada saat Ramadan dan Hari Raya. Uang hasil penjualan cabai dan bawang merah tersebut akan disumbangkan ke PMI Jawa Tengah.

Ratusan Ibu Ibu Sambangi Bazaar Ramadan Dengan Harga Ambyar

Bazaar Ramadan yang diadakan di halaman Korem 073/Makutarama di jalan Diponegoro 38 Salatiga mendapat antusiasme yang tinggi dari kaum wanita. Hal ini disebabkan oleh harga yang sangat terjangkau untuk semua jenis barang yang dijual. Bazaar ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membantu pemerintah dalam pengendalian harga sembilan bahan pokok (Sembako) yang biasanya meningkat menjelang hari raya Idul Fitri.

Bazaar Ramadan yang diadakan di halaman Korem 073/Makutarama di jalan Diponegoro 38 Salatiga mendapat antusiasme yang tinggi dari kaum wanita. Hal ini disebabkan oleh harga yang sangat terjangkau untuk semua jenis barang yang dijual. Bazaar ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membantu pemerintah dalam pengendalian harga sembilan bahan pokok (Sembako) yang biasanya meningkat menjelang hari raya Idul Fitri.

Alhamdulillah, Berkah Ramadan, 7 WBP Rutan Salatiga Diberikan Program Asimilasi – Integrasi

Tujuh orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Salatiga telah disetujui untuk mengikuti program Asimilasi Rumah dan Integrasi. Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) dilakukan untuk mengevaluasi proses pembinaan narapidana dan mempertimbangkan persetujuan pengusulan proses re-integrasi sosial bagi WBP.

Tujuh orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Salatiga telah disetujui untuk mengikuti program Asimilasi Rumah dan Integrasi. Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) dilakukan untuk mengevaluasi proses pembinaan narapidana dan mempertimbangkan persetujuan pengusulan proses re-integrasi sosial bagi WBP.

Meski Sudah Berumur, Puluhan Santri Lansia Pesantren Kasepuhan Banyubiru Semangat Mengaji

Santri Lansia di Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat Banyubiru Semarang sangat antusias dalam mencari pahala di bulan suci Ramadan. Dengan pendekatan yang menyenangkan, program-program pembelajaran mengaji, pembuatan keterampilan, rebana, dan outing class diselenggarakan oleh Direktur Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat Muhamad Solikin.

Wali Kota Semarang Terima Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI untuk Pengawasan Makanan dan Minuman di Bulan Ramadan

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menerima kunjungan kerja dari Komisi IX DPR RI dan BPJS untuk melakukan pengawasan peredaran makanan dan minuman di Bulan Ramadan 1444 Hijriah. Pemerintah Kota Semarang telah membentuk tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) untuk menjamin keamanan makanan dan minuman yang beredar.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menerima kunjungan kerja dari Komisi IX DPR RI dan BPJS untuk melakukan pengawasan peredaran makanan dan minuman di Bulan Ramadan 1444 Hijriah. Pemerintah Kota Semarang telah membentuk tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) untuk menjamin keamanan makanan dan minuman yang beredar.

Bukan Buka Puasa Bersama, Sejumlah Pejabat di Salatiga ini Ikuti Sholat Tarawih Perdana Forkopimda

Bersama Forkopimda, Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Inf Purnomosidi menghadiri sholat Tarawih di rumah dinas Walikota Salatiga dengan tema ‘Ramadhan Wujudkan Masyarakat Yang Ramah, Toleran Dan Rukun’. Setelah sholat, dilanjutkan dengan pengajian singkat oleh H. Taufikur Rahman, Kepala Kantor Kementrian kota Salatiga dan Pentasyarukan Zakat oleh BAZNAS kota Salatiga.

Jelang Bukber, Ratusan Orang Ngabuburit di “Pasar Bukan” Suruh

"Pasar Bukan", pusat ngabuburit yang dijalankan oleh Karang Taruna Amukas di Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Dengan lebih dari 50 lapak pedagang yang menyediakan berbagai menu jajanan ndeso hingga kuliner berbagai tanah air dengan harga yang terjangkau. Di pasar ini bisa mencari makanan khas seperti jemunak, lupis, ketan, puli kecer, kolak, es degan, lauk pauk, dan sayuran.

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Tempat kuliner masih menjadikan menu Nusantara menjadi pilihan ketika malas meracik sendiri di rumah.
Bahkan kegiatan Ngabuburit sekaligus berburu menu berbuka puasa, masih menjadi andalan bagi sebagian muslim saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan 1444 H ini.

Bertempat dikawasan Kecamatan Suruh ada satu tempat yang sejak beberapa tahun terakhir menjadi pusat ngabuburit bagi warga Suruh dan sekitarnya yang dikelola Karang Taruna Amukas. Karena keunikannya pula, kawasan tersebut disebut “Pasar Bukan”.

Pasar Bukan ini menjadi buruan nitijen untuk di publish. Ada hanya selama bukan Ramadan, lokasi Pasar Bukan berada di sepanjang jalan kampung tepatnya Jalan KH Rais, terletak di Dusun Kauman, Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

Ditempat ini, lebih dari 50 lapak pedagang menyediakan beragam menu. Mulai jajanan ndeso hingga kuliner berbagai tanah air. Tentunya, dengan harga yang sangat terjangkau.

Berbagai makanan khas seperti jemunak, lupis, ketan, puli kecer, kolak, es degan maupun lauk pauk dan sayuran tersedia pula.

Salah seorang warga menjelaskan mengapa disebut Pasar Bukan. ‘Bukan’ sendiri plesetan dari bahasa Jawa yang dalam keseharian berbuka puasa.

“Pasar Bukan ini ada sejak tahun 2007. Yang dimaksud Pasar Bukan yakni pasar yang menyediakan menu makanan untuk buka puasa. Pasar ini buka hanya selama puasa Ramadan saja,” ujar Untung Yulianto Senin (27/3/2023).

Pihak karang taruna sendiri, masih bisa menerima dengan mendaftar saja dan restribusi. Omzet yang masuk ke kas karang taruna juga lumayan.

“Dari restribusi dan parkir. Kegiatan ini seizin desa dan diapresiasi. Pasar Bukan masih bisa menampung sekitar 70 lapak,” ungkap seorang pemuda setempat.

Dalam pelaksanaannya, para pedagang hanya diminta tertib dan menjaga kebersihan. Pukul 18.00 wib diharapkan semua kegiatan telah usai.

Bintang warga Tingkir, Salatiga sengaja berburu buka puasa di Pasar Bukan ini.

“Setiap tahun pasti datang ke Pasar Bukan ini untuk mencari menu buat buka, karena terkadang malas masak,” ucap Bintang.

Pasar Bukan dijalan KH Rais, di Dusun Kauman, Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. (Vidio: dok Untung)