URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menerima kunjungan kerja dari Komisi IX DPR RI dan BPJS untuk melakukan pengawasan peredaran makanan dan minuman di Bulan Ramadan 1444 Hijriah. Pemerintah Kota Semarang telah membentuk tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) untuk menjamin keamanan makanan dan minuman yang beredar.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Wali Kota Semarang Terima Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI untuk Pengawasan Makanan dan Minuman di Bulan Ramadan

Wali Kota Semarang Terima Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI untuk Pengawasan Makanan dan Minuman di Bulan Ramadan

Wali Kota Semarang Terima Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI untuk Pengawasan Makanan dan Minuman di Bulan Ramadan

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menerima kunjungan kerja dari Komisi IX DPR RI dan BPJS untuk melakukan pengawasan peredaran makanan dan minuman di Bulan Ramadan 1444 Hijriah. Pemerintah Kota Semarang telah membentuk tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) untuk menjamin keamanan makanan dan minuman yang beredar.
Pemkot Semarang
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI ke Kota Semarang di Ruang Lokakrida Lantai 8, Gedung Moch Ikhsan, Balai Kota Semarang, Rabu (29/3/2023).
featured-img

Semarang – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI ke Kota Semarang di Ruang Lokakrida Lantai 8, Gedung Moch Ikhsan, Balai Kota Semarang, Rabu (29/3/2023). Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melakukan pengawasan peredaran makanan dan minuman di Bulan Ramadan 1444 Hijriah. Kunjungan tersebut juga didampingi oleh BPJS, Staf Ahli Menteri Kesehatan, dan BPOM.

“Tadi ada tanya jawab terkait dengan peredaran makanan di Kota Semarang, kemudian nanti dari tim akan mengunjungi pasar Peterongan. Diharapkan di Kota Semarang, peredaran makanan dan minuman ini sudah siap, yang beredar makanan sehat, termasuk juga pengendalian inflasi yang kita harapkan juga harga-harga jangan naik,” ujar Mbak Ita, sapaan akrab wali kota perempuan pertama di Ibu kota Jawa Tengah tersebut.

Fokus pengawasan kali ini adalah jajanan takjil di pasar serta makanan dan minuman yang mengandung pewarna. Dari hasil pengawasan makanan yang beredar di Kota Semarang maupun Provinsi Jawa Tengah menjelang dan selama Ramadan tahun ini, dan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya cenderung menurun. Baik dari jumlah maupun jenis temuan terhadap produk TIE (Tanpa Izin Edar), kadaluwarsa, rusak, maupun bahan berbahaya pada pangan takjil.

Pemerintah Kota Semarang sendiri membentuk tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) yang meliputi BPOM, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan, Satpol PP dan OPD lainnya. Pemkot Semarang juga telaseh menyiapkan mobil laboratorium sehingga pengecekan kandungan makanan dapat lebih fleksibel dilakukan di lapangan. Harapannya, dengan mobil lab ini dalam sehari dapat lima hingga tujuh lokasi yang didatangi.

“Kami juga menyampaikan ke DPR RI bahwa di Kota Semarang ini baru saja melakukan pengadaan mobil yang khusus, semacam mobil lab jadi untuk ngecek makanan-makanan yang beredar. Itu kita bawa juga ke Peterongan sehingga di sana bisa ngecek,” tutur Mbak Ita.

Sementara itu, Ketua Tim sekaligus Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris menjelaskan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 3 tahun 2017 tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan. Menurutnya, pada Bulan Ramadan, masyarakat berlomba-lomba membuat makanan dan minuman untuk takjil yang nantinya akan dijual maupun dibagi-bagikan ke tempat ibadah maupun panti asuhan sehingga menjadi perhatian Pemerintah.

“Dari hasil kunjungan kerja ini kami berharap akan menghasilkan rekomendasi kepada mitra kerja utama BPOM RI untuk melakukan upaya-upaya yang diperlukan agar masyarakat dapat mengkonsumsi makanan dan minuman yang aman, bermutu, dan bergizi,” tandas Charles.

BACA JUGA :

Sukisno (70), warga Kota Salatiga, merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) setelah mengalami serangan stroke dan menjalani perawatan intensif serta terapi rutin selama setahun terakhir. Dengan pembiayaan yang dijamin melalui kepesertaan JKN yang ditanggung Pemerintah Kota Salatiga, ia dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya hingga kondisinya berangsur pulih dan kembali beraktivitas.
Sukisno: JKN Jadi Penyelamat Saat Stroke, Kini Kembali Berjalan dan Beraktivitas
Stroke Ringan Tak Lagi Jadi Beban, Ngapiyah Rasakan Manfaat JKN di Usia Senja
Stroke Ringan Tak Lagi Jadi Beban, Ngapiyah Rasakan Manfaat JKN di Usia Senja
Hamil Anak Kedua Jadi Lebih Tenang, Rakhma Rasakan Kemudahan Layanan BPJS Kesehatan
Hamil Anak Kedua Jadi Lebih Tenang, Rakhma Rasakan Kemudahan Layanan BPJS Kesehatan
Ratusan warga Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang mengikuti sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Aula Pinus Park, Minggu (10/5/2026). Kegiatan yang melibatkan BPJS Kesehatan dan Komisi IX DPR RI itu digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait layanan kesehatan, kepesertaan BPJS, serta akses program JKN secara langsung melalui edukasi dan dialog terbuka.
Ratusan Warga Bener Antusias Ikuti Sosialisasi Layanan JKN dari BPJS Kesehatan
Pasca Lebaran, Penyakit Gangguan Pencernaan Mendominasi, Dinkes Salatiga Pastikan Layanan
Pasca Lebaran, Penyakit Gangguan Pencernaan Mendominasi, Dinkes Salatiga Pastikan Layanan
Kegiatan berbagi takjil digelar SMP Negeri 7 Salatiga bersama siswa dan organisasi sekolah di Alun-Alun Pancasila, Selasa (17/3/2026), sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan, disertai penampilan Tari Reog yang menambah semarak serta mempererat kebersamaan dan nilai empati.
SMPN7 Salatiga Bagikan Takjil Sambil Tampilkan Reog Spektakuler

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Menuju Era Baru Trans Semarang Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan
Menuju Era Baru Trans Semarang: Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan
Dieng Caldera Race 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni di kawasan Dieng, Jawa Tengah, menarik ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara. Kategori 25K menjadi favorit karena menghadirkan rute baru menuju puncak Gunung Sindoro yang lebih menantang. Peserta harus menghadapi elevasi ekstrem dan suhu dingin pegunungan, namun tetap disuguhi panorama alam khas Dieng yang memukau sepanjang lintasan.
Menembus Dingin 14 Derajat, Ribuan Pelari Serbu Dieng Caldera Race 2026
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging