KABAR RASIKA

Tekan Inflasi, Pemprov Jateng dan BI Subsidi Beras Rp4.000 per Kilogram

Tekan Inflasi, Pemprov Jateng dan BI Subsidi Beras Rp4.000 per Kilogram

Tekan Inflasi, Pemprov Jateng dan BI Subsidi Beras Rp4.000 per Kilogram

Gubernur Jawa Tengah Bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Moh Noor Nugroho di Tarubudaya Ungaran

UNGARAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui kegiatan Sinergi Stabilisasi Harga dan Hilirisasi Pangan Tahun 2026 di Kompleks Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026).

Kegiatan yang melibatkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Bank Indonesia, petani, pedagang makanan, serta pemangku kepentingan terkait ini bertujuan menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.

Sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih terjangkau melalui program tebus murah. Bank Indonesia memberikan subsidi beras sebesar Rp4.000 per kilogram sehingga harga yang dibayarkan masyarakat menjadi Rp11.000 per kilogram.

Sementara itu, cabai rawit merah mendapat subsidi sebesar Rp22.000 per kilogram. Untuk masyarakat umum, cabai rawit merah dijual Rp10.000 per kemasan berisi 200 gram.

Selain beras dan cabai, kegiatan ini menyediakan bawang merah, paket aneka sayuran segar, telur ayam, daging ayam, serta berbagai produk olahan cabai. Program tersebut juga menyasar sekitar 300 pedagang makanan atau warung makan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang.

Inflasi Jateng 3,18 Persen

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, menyampaikan inflasi Jawa Tengah pada September 2026 tercatat sebesar 3,18 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,28 persen dan masih berada dalam sasaran inflasi 2,5 persen plus minus 1 persen.

Meski demikian, sejumlah komoditas pangan masih mengalami tekanan harga, terutama beras, cabai, jagung, daging ayam, dan telur ayam ras.
Menurut Noor Nugroho, gejolak harga tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain potensi dampak El Niño terhadap produksi pertanian, serangan hama tikus, serta pola pasokan yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pasar.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Bank Indonesia bersama TPID Jawa Tengah dan pemerintah daerah memperkuat koordinasi, termasuk melalui dukungan sarana pertanian.

Bantuan yang telah disalurkan melalui kantor perwakilan Bank Indonesia di Jawa Tengah meliputi 10 sumur, 17 pompa air, delapan unit pipanisasi, 98 unit rumah burung hantu untuk membantu mengendalikan hama tikus, serta enam unit greenhouse.

Bank Indonesia juga mendorong pengendalian inflasi yang bersifat preventif melalui pengaturan pola tanam dan manajemen pasokan. Dengan demikian, langkah pengendalian tidak hanya dilakukan ketika harga komoditas sudah meningkat, tetapi juga melalui upaya menjaga produksi dan ketersediaan pangan.

Produksi Padi Diperkirakan Setara 4,94 Juta Ton Beras

Dari sisi produksi, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Tavares, melaporkan produksi padi Jawa Tengah selama Januari hingga Oktober 2026 diperkirakan mencapai 8.343.422 ton gabah kering giling (GKG), berdasarkan proyeksi Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik (BPS).
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 4.942.249 ton beras.

Sementara itu, produksi cabai hingga Oktober 2026 diperkirakan mencapai 404.907 ton dan produksi bawang merah sekitar 408.761 ton.
Meski produksi pangan cukup besar, sektor pertanian masih menghadapi tantangan perubahan iklim dan persoalan infrastruktur pengairan. Karena itu, pemerintah memperkuat sinergi dengan Kementerian Pertanian, Balai Besar Wilayah Sungai, Dinas PUPR, serta Bank Indonesia untuk memperbaiki sarana irigasi.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengerukan sedimentasi saluran irigasi di Kabupaten Demak guna mendukung pengairan lahan persawahan yang dilaporkan mencapai ratusan hektare. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air sehingga petani dapat segera melakukan penanaman.

Pemerintah juga memberi perhatian terhadap risiko gagal panen. Tavares melaporkan adanya pengajuan perlindungan asuransi usaha tani untuk lahan seluas 71 hektare di Kabupaten Brebes dan Rembang.

Antusias masyarakat cukup tinggi
Pedagang Didorong Memanfaatkan Cabai Kering

Selain menjaga keterjangkauan harga, kegiatan ini mengintegrasikan program stabilisasi pangan dengan edukasi hilirisasi cabai. Para pedagang makanan diberikan pengetahuan dan praktik pemanfaatan cabai kering sebagai bahan baku sambal maupun bumbu masakan.

Pemanfaatan cabai kering diharapkan menjadi alternatif ketika harga cabai segar mengalami kenaikan. Dengan pilihan bahan baku tersebut, pedagang diharapkan dapat menyesuaikan biaya produksi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada cabai segar.

Program juga menyediakan edukasi mengenai pemanfaatan bawang putih lokal dan bawang merah yang dikembangkan melalui metode True Shallot Seed (TSS), yaitu penggunaan benih bawang merah berupa biji.

Di sisi lain, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut menyalurkan satu ton beras untuk masyarakat yang membutuhkan. Bantuan diberikan kepada 100 penerima dengan masing-masing memperoleh 10 kilogram beras.
Pengendalian Inflasi Diperkuat melalui Koordinasi Pasokan
Sebagai langkah lanjutan, Bank Indonesia bersama Dinas Ketahanan Pangan berencana menggelar diskusi dengan Persatuan Pengusaha Penggilingan

Padi dan Beras Indonesia (Perpadi), Pinsar Indonesia, Bulog, serta organisasi perangkat daerah terkait.
Pertemuan tersebut ditujukan untuk membahas solusi menghadapi gejolak harga beras, daging ayam, dan telur ayam ras, sekaligus merumuskan langkah pencegahan ke depan.

Koordinasi pengendalian inflasi juga akan diperkuat melalui kegiatan Sinergi Pengendalian Inflasi Pangan Jawa Tengah (SIGAP) yang direncanakan berlangsung pada 5–7 November 2026 di Kabupaten Magelang.

Melalui sinergi stabilisasi harga, penguatan produksi pertanian, edukasi hilirisasi pangan, serta pengelolaan pasokan, pemerintah berharap harga bahan pokok tetap terjangkau, biaya usaha pedagang lebih terkendali, dan daya beli masyarakat Jawa Tengah terjaga.

BACA JUGA :

Digitalisasi ekonomi dan keuangan di Jawa Tengah terus berkembang hingga Juli 2026, ditandai transaksi QRIS yang mencapai 870,01 juta senilai Rp73,45 triliun. Bank Indonesia Jawa Tengah mencatat penggunaan pembayaran digital juga merambah UMKM, pariwisata, perdagangan, ekonomi kreatif, transaksi pemerintah daerah, hingga pembayaran lintas negara.
Ekonomi Digital Jawa Tengah Makin Terhubung, QRIS Tembus Rp73 Triliun
BI Jateng Angkat Jejak Cheng Ho dalam Rupiah Tresno Budoyo 2026
BI Jateng Angkat Jejak Cheng Ho dalam Rupiah Tresno Budoyo 2026
Bank Indonesia Jawa Tengah mendorong transformasi pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui Forum PUSAKA JATENG 2026, Jumat (11/9/2026). Forum di Semarang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha dan akademisi untuk memperkuat ekosistem pariwisata agar meningkatkan belanja wisatawan, memperpanjang lama tinggal, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan UMKM dan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Jateng Ramai Wisatawan, Tapi Ekonominya Sudah Ikut Tumbuh?
Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Indonesia Jawa Tengah dan TPID menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Kempling Semar untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Sepanjang Agustus 2026, program ini menjangkau 729 RW di 16 kecamatan dengan penyaluran 80 ton beras SPHP dan 35.040 liter minyak goreng.
Kempling Semar “Serbu” 729 RW, Harga Pangan Dijaga dari Tingkat Kampung
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah bersama Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (FH Unissula) Semarang menggelar Sekolah Jurnalistik Angkatan XXVIII secara daring pada 2026. Kegiatan yang diikuti 95 mahasiswa ini bertujuan memperkuat kemampuan menulis dan komunikasi hukum agar informasi hukum dapat disampaikan kepada masyarakat secara akurat, jelas, dan mudah dipahami.
Sekolah Jurnalistik, Ketua PWI Jateng Tekankan Pentingnya Keahlian Menulis
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah bersama Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (FH Unissula) Semarang menggelar Sekolah Jurnalistik Angkatan XXVIII secara daring pada 2026. Kegiatan...
Kecelakaan antara sepeda motor Honda Vario dan truk Mitsubishi terjadi di persimpangan Exit Tol Tingkir, Jalan Saeri Muhtarom, Kota Salatiga, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Pengendara motor, Galang Ardian Ramadon, mengalami luka di bagian kepala dan dirawat di RS Paru dr. Ario Wirawan. Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan.
Hilang Kendali, Pemotor Tabrak Truk di Gerbang Tol Salatiga
Kecelakaan antara sepeda motor Honda Vario dan truk Mitsubishi terjadi di persimpangan Exit Tol Tingkir, Jalan Saeri Muhtarom, Kota Salatiga, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Pengendara motor,...
Berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang pada Senin, 12 Oktober 2026 pukul 05.30 WIB memprakirakan cuaca Semarang pada pagi hingga siang hari berada dalam kondisi cerah berawan hingga berawan. Memasuki sore hingga awal malam, cuaca diperkirakan berawan. Suhu udara harian berkisar antara 27 hingga 35 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berada pada rentang 40 hingga 80 persen.
12 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan
Berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang pada Senin, 12 Oktober 2026 pukul 05.30 WIB memprakirakan cuaca Semarang pada pagi hingga siang hari berada dalam...
Polres Salatiga memperkuat komunikasi dengan masyarakat melalui kegiatan Sholat Jumat Keliling di Masjid PPI Al Azhariyyah, Kecamatan Sidomukti, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi warga, menanggapi keluhan tentang balap liar dan knalpot brong, serta merencanakan peningkatan patroli Blue Light dan sosialisasi layanan darurat Call Center Polri 110.
Jumat Curhat, Polisi Salatiga Terima Aduan Knalpot Brong
Polres Salatiga memperkuat komunikasi dengan masyarakat melalui kegiatan Sholat Jumat Keliling di Masjid PPI Al Azhariyyah, Kecamatan Sidomukti, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini dimanfaatkan untuk menyerap...
Pemerintah Kota Semarang menyiapkan penataan ulang TPA Jatibarang pada 2027 untuk mencegah kebakaran berulang melalui sistem mitigasi terintegrasi. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyebut rencana tersebut melibatkan konsultan dan tim ahli, dengan fokus pada pengelolaan gas metana, pembuangan gas otomatis, serta instalasi pipa air untuk mempercepat penanganan kebakaran.
Pemkot Semarang Siapkan Mitigasi Jangka Panjang TPA Jatibarang
Pemerintah Kota Semarang menyiapkan penataan ulang TPA Jatibarang pada 2027 untuk mencegah kebakaran berulang melalui sistem mitigasi terintegrasi. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyebut rencana...
Muat Lebih

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
[pekok2]