KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Temuan Mayat di Yos Sudarso Semarang, Polisi Temukan Dua Kemungkinan Penyebab Meninggalnya Korban

Temuan Mayat di Yos Sudarso Semarang, Polisi Temukan Dua Kemungkinan Penyebab Meninggalnya Korban

Temuan Mayat di Yos Sudarso Semarang, Polisi Temukan Dua Kemungkinan Penyebab Meninggalnya Korban

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Kepolisian dari Unit Reskrim Polsek Genuk dan Satreskrim Polrestabes Semarang terus melakukan penyelidikan terkait temuan mayat tanpa identitas di depan Proyek Urugan Tambak, Jalan Arteri Yos Sudarso, Kelurahan Terboyo Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang pada Jumat (25/11/2022) sekira pukul 06.30 WIB lalu.

Penyelidikan dilakukan guna mengetahui secara pasti penyebab korban ditemukan tak bernyawa ini. Dari pemeriksaan luar, korban terlihat mengalami luka di bagian kepalanya.[custom-related-posts title=”Kabar Terkait” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Namun, meskipun terdapat tanda-tanda kekerasan, kepolisian menyebut ada dua kemungkinan yang membuat korban ditemukan meninggal dengan keadaan bersimbah darah. Kemungkinan yang pertama yaitu pria tersebut menjadi korban kekerasan dan kedua korban kecelakaan lalu lintas.

“Penyebab kematiannya baru tahu dari autopsi karena ada luka. Hasil luka analisa autopsi kita dalami ada kemungkinan juga tertabrak kendaraan. Tapi masih kita dalami,” ujar Kapolsek Genuk, AKP RIS Andrian saat dikonfirmasi, Senin (28/11/2022).

“Kemungkinan itu dari saksi, orang itu (korban) ada di jembatan itu beberapa saat sebelum kejadian terlihat memang berjalan. Kemungkinan ada tabrakan dan kekerasan,” tambahnya.

Selain itu, dari pemeriksaan menggunakan alat Mobile Automatic Multi Biometric Identification System (MAMBIS), kepolisian telah berhasil mengidentifiksi identitas korban. Pria tersebut ternyata warga Jorong Tanah Badabuih, Lintas Buo Utara, Sumatera Barat yang bernama Gusni Amsol.

“Identitas orang Padang yang sudah lama merantau di Semarang dan di Padang ini pergi karena tidak diurusi keluarga. Memang background korban kurang jelas,” bebernya.

Saat ini kepolisian masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap peristiwa ini. Barang bukti yakni pakaian korban atau tongkat yang berlumuran darah di lokasi kejadian juga diamankan kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Saksi 5 orang masih diperiksa yaitu yang menemukan jenazah korban, kemudian yang melihat korban (berjalan) kemudian yang ikut memberitahukan temuan jenazah ke Polsek Genuk,” imbuhnya.

Sebelumnya, penemuan mayat ini diketahui ketika Bhabinkamtibmas melakukan patroli di dekat lokasi kejadian. Saat menyusuri jalanan, petugas menemukan sesosok tubuh yang tergeletak di pinggir jalan.

Korban yang saat ditemukan tanpa membawa identitas mengenakan jaket warna kuning dan celana warna biru ini mengalami luka di bagian kepalanya. Posisi tubuh korban terlentang dengan kepala mengarah ke jalan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kepolisian menemukan adanya bekas kekerasan pada kepala korban. Meski demikian, jenis kekerasan tersebut masih didalami oleh kepolisian dengan melakukan visum pada korban.

“Ada tanda-tanda kekerasan ada luka di tubuh bagin kepala namun bentuk kekerasannya nanti akan didalami lebih lanjut oleh Inafis dan dilaksanakan visum. Kekerasan benda tumpul atau tajam belum diketahui. Jadi di lokasi kita hanya temukan bahwa ada luka. Kami dalami lagi dan dari forensik sedang melakukan visum di RSUP Kariadi,” ujar Kapolsek Genuk, AKP RIS Andrian di lokasi kejadian.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Universitas Kristen Satya Wacana mengajak generasi muda memahami investasi secara rasional melalui Seminar Nasional Now or Never 2026 bertema Beyond the Price, Finding Value, and Building Wealth in Uncertain Markets. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Investor Club Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW ini menghadirkan investor Lo Kheng Hong, Legendary Value Investor Indonesia dan akademisi Profesor Budi Frensidy, Komisaris Utama Samuel Tumbuh Bersama, sebagai narasumber, Rabu (04/11/2026), di Auditorium Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW. Dalam seminar yang diikuti 350 peserta ini, kedua narasumber mengajak peserta memahami investasi saham dengan mempertimbangkan nilai intrinsik, kualitas perusahaan, prospek bisnis, dan risiko investasi. Dalam pemaparannya, Profesor Budi Frensidy menekankan bahwa keputusan investasi perlu didasarkan pada perbandingan antara nilai intrinsik dan harga pasar suatu aset. Menurutnya, investor tidak cukup hanya melihat harga saham, tetapi perlu memperkirakan nilai perusahaan melalui analisis fundamental. “Kita mencari saham atau aset yang nilainya di atas harganya,” tegasnya. Budi mengulas sejumlah pendekatan dalam penilaian saham, antara lain discounted cash flow, kelipatan harga (price multiple), dan residual income. Berbagai metode tersebut dapat membantu investor memperkirakan nilai perusahaan dengan mempertimbangkan arus kas, kinerja, serta prospek bisnis. Ia juga mengingatkan bahwa hasil valuasi dapat berbeda bergantung pada metode dan asumsi yang digunakan. Sementara itu, Lo Kheng Hong membagikan pengalaman panjangnya berinvestasi di pasar modal Indonesia. Ia mengulas perjalanan investasinya serta sejumlah periode penurunan pasar yang justru dinilainya sebagai peluang bagi investor untuk menemukan saham perusahaan berkualitas dengan harga menarik. “Saham is the best choice,” ungkapnya, menegaskan pandangannya terhadap investasi saham. Menurutnya, penurunan harga saham tidak selalu harus disikapi dengan kepanikan, tetapi perlu dianalisis berdasarkan kondisi dan kualitas perusahaan. Dalam memilih perusahaan untuk investasi, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya memperhatikan integritas dan kompetensi manajemen, kualitas bisnis, serta prospek perusahaan. Ia juga memperkenalkan konsep sleeping shareholder, yakni menjadi pemegang saham perusahaan berkualitas dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan bisnis maupun pembagian dividen tanpa harus terlibat langsung dalam operasional perusahaan. Melalui kedua pemaparan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa investasi membutuhkan pengetahuan, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan analisis. Pemahaman terhadap perusahaan yang dipilih menjadi salah satu hal penting agar investor tidak sekadar mengikuti tren atau pergerakan harga pasar. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (WR KIP) UKSW Priyo Hari Adi, menyampaikan bahwa kehadiran dua narasumber memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar investasi dari perspektif akademik dan pengalaman praktis. Ia berharap seminar ini mendorong mahasiswa mengelola keuangan secara cakap dan berintegritas, serta mengambil keputusan investasi dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan investasi bukan semata-mata memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, melainkan mencapai hasil yang optimal dengan mempertimbangkan risiko. “Dalam pasar modal, kita tidak boleh hanya berbicara mengenai hasil yang maksimal, tetapi hasil yang optimal karena selalu ada manfaat sekaligus risiko,” ungkapnya. Dekan FEB UKSW Dr. Yefta Andi Kus Noegroho turut mengingatkan peserta agar mencermati perkembangan pasar dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Pemahaman terhadap kondisi perusahaan dan dinamika pasar menjadi bekal penting sebelum menentukan langkah investasi.
Seminar Nasional Now or Never 2026, Lo Kheng Hong dan Budi Frensidy Hadir di UKSW
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
[pekok2]