URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pengamanan arus mudik Lebaran 2026 disiapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Operasi Ketupat dengan dukungan 161.243 personel. Hal ini disampaikan Wakapolri Dedi Prasetyo, seiring potensi pergerakan 143,9 juta orang di Indonesia pada Maret 2026, guna menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan mudik.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Mudik Lebaran 2026: Mobilitas Besar, Antisipasi Maksimal

Mudik Lebaran 2026: Mobilitas Besar, Antisipasi Maksimal

Mudik Lebaran 2026: Mobilitas Besar, Antisipasi Maksimal

Ilustrasi
featured-img

Mudik Lebaran selalu menjadi momentum mobilitas terbesar masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Jutaan orang bergerak dalam waktu yang hampir bersamaan untuk kembali ke kampung halaman. Karena itu, pengelolaan arus lalu lintas dan kesiapan aparat menjadi kunci agar perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar.

Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada libur Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang, atau turun sekitar 2,57 juta orang atau 1,75 persen.

Meski demikian, aparat tetap melakukan berbagai langkah antisipasi. Pasalnya, angka survei tidak selalu mencerminkan kondisi riil di lapangan yang bisa saja lebih tinggi.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, menyampaikan bahwa Polri telah menyiapkan pengamanan melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

“Hasil survei Menteri Perhubungan dari Kementerian Perhubungan bahwa potensi pergerakan masyarakat di libur Lebaran tahun 2026 ini sebesar 143,9 juta orang. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun 2025 sebesar 2,57 juta orang atau 1,75 persen. Namun demikian kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realita pergerakan. Untuk itu Polri menyelenggarakan Operasi Ketupat yang akan dilaksanakan selama 13 hari dari tanggal 13 Maret sampai 25 Maret 2026 dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.”

Operasi pengamanan tersebut juga dilengkapi berbagai strategi pengaturan lalu lintas. Di antaranya penerapan sistem ganjil genap, one way, contra flow, hingga pengaturan kendaraan di kawasan pelabuhan melalui buffer zone. Selain itu, kepolisian juga menyiagakan tim quick response untuk mengantisipasi situasi darurat selama arus mudik dan arus balik.

Polri juga memprediksi gelombang arus mudik akan terjadi dalam dua tahap. Gelombang pertama diperkirakan berlangsung pada 14 hingga 15 Maret 2026, sementara gelombang kedua pada 18 hingga 19 Maret 2026, yang beririsan dengan momentum Hari Raya Nyepi.

Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 25 hingga 26 Maret 2026, dan gelombang berikutnya pada 28 hingga 29 Maret 2026.

Pembatasan Truk di Jawa Tengah

Di tingkat daerah, Polda Jawa Tengah juga telah menyiapkan langkah pengaturan lalu lintas, salah satunya melalui pembatasan operasional kendaraan angkutan barang menjelang arus mudik.

Kebijakan ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama antara Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Korps Lalu Lintas Polri, serta Direktur Jenderal Bina Marga.

Kendaraan yang dikenai pembatasan antara lain:

  • truk dengan sumbu tiga atau lebih,
  • truk dengan kereta tempelan,
  • truk dengan kereta gandengan,
  • serta kendaraan pengangkut hasil galian, hasil tambang, dan bahan bangunan.

Pembatasan tersebut berlaku di jalur tol maupun non-tol di Jawa Tengah, mulai Jumat, 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.

Untuk jalur tol, pembatasan berlaku di antaranya pada:

  • Tol Brebes – Sragen,
  • Tol Semarang – Demak,
  • Tol Dalam Kota Semarang,
  • serta Tol Yogyakarta – Solo termasuk jalur fungsional Purwomartani.

Sementara di jalur non-tol, pembatasan mencakup sejumlah jalur utama seperti:

Cirebon – Brebes, Brebes – Tegal – Pemalang – Pekalongan – Batang – Kendal – Semarang – Demak, Semarang – Salatiga – Boyolali – Bawen – Magelang – Yogyakarta,
hingga Jalur Lintas Selatan atau Jalan Daendels.

Kesadaran Bersama Kunci Kelancaran

Berbagai kebijakan ini menunjukkan bahwa pengelolaan arus mudik bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat.

Dengan mematuhi aturan lalu lintas, memperhatikan rekayasa jalan, serta merencanakan perjalanan dengan baik, diharapkan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman bagi semua pengguna jalan. (Hrs)

BACA JUGA :

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved