URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Penemuan jasad bayi perempuan menggegerkan warga Dusun Jetis, Desa Leyangan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Senin (16/3/2026), setelah anak-anak menemukan bungkusan berisi kaleng roti di aliran sungai, lalu melaporkannya kepada warga hingga polisi melakukan olah TKP dan penyelidikan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Kaleng Roti, Dibuang Di Bawah Jembatan Leyangan Ungaran

Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Kaleng Roti, Dibuang Di Bawah Jembatan Leyangan Ungaran

Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Kaleng Roti, Dibuang Di Bawah Jembatan Leyangan Ungaran

Polisi melakukan olah TKP penemuan jasad bayi perempuan di bawah jembatan Sungai Jetis, Leyangan, Ungaran Timur, Senin (16/3/2026). Foto: Humas Polres
Polisi melakukan olah TKP penemuan jasad bayi perempuan di bawah jembatan Sungai Jetis, Leyangan, Ungaran Timur, Senin (16/3/2026). Foto: Humas Polres
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Warga Dusun Jetis, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang digegerkan dengan penemuan jasad bayi berjenis kelamin perempuan di bawah jembatan aliran sungai setempat, Senin (16/3/2026). Saat ditemukan, jasad bayi terbungkus kain pel dan dimasukkan ke dalam kaleng bekas roti.

Kapolsek Ungaran Barat Kompol Sugiyarta menjelaskan, penemuan tersebut bermula ketika sejumlah anak kampung yang sedang bermain di sekitar sungai melihat sebuah bungkusan mencurigakan.

“Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 10.13 WIB. Anak-anak yang sedang bermain di sekitar aliran sungai melihat bungkusan mencurigakan. Setelah dibuka, ternyata di dalamnya terdapat kaleng bekas roti yang berisi orok bayi,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga sekitar, Restu Handayani (34). Selanjutnya Restu bersama tetangganya mendatangi lokasi untuk memastikan isi bungkusan tersebut.

“Setelah diperiksa, keduanya memastikan bahwa di dalam kaleng tersebut terdapat bayi perempuan yang sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Ungaran Barat. Mendapat laporan dari warga, pihaknya bersama personel piket, unit Reskrim serta SPKT langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga berkoordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim Polres Semarang serta tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap korban.

“Dari pemeriksaan medis awal, korban merupakan bayi perempuan dengan usia kandungan diperkirakan sekitar 7 hingga 8 bulan dengan berat sekitar 2 kilogram dan diduga lahir prematur. Diperkirakan bayi tersebut sudah meninggal sekitar empat jam sebelum ditemukan warga,” jelasnya.

Petugas kemudian mengevakuasi jenazah bayi tersebut ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna kepentingan penyelidikan.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi serta mencari petunjuk di sekitar lokasi kejadian guna mengungkap pihak yang diduga membuang bayi tersebut.

“Kami masih mendalami kasus ini dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa ini,” pungkasnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melaporkannya kepada pihak berwajib untuk membantu proses penyelidikan. (win)

BACA JUGA :

Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Daihatsu Xenia bernopol D 1712 DW terbakar sekitar 100 meter setelah mengisi BBM di SPBU Kampung Kali, Jalan Mayjen Sutoyo, Semarang, Senin (17/8/2026) malam. Pertamina menyebut pengemudi diketahui merokok sebelum kendaraan terbakar, sementara penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan keterangan resmi kepolisian.
Mobil Xenia Terbakar 100 Meter dari SPBU, Pertamina Soroti Empat Galon BBM
Pengemudi Toyota Innova berinisial SW, warga Ambarawa, diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat terlibat kecelakaan dengan Honda Vario di Jalan Fatmawati, Blotongan, Salatiga, Sabtu (16/8/2026) tengah malam. Korban mengalami luka ringan. Kedua pihak berdamai, sementara polisi tetap menilang SW karena mengemudi dalam pengaruh miras.
Akhir Pelarian Diduga Pelaku Tabrak Lari di Jalan Fatmawati Blotongan, Pelaku dan Korban Damai
Musim kemarau menyebabkan tanaman padi berusia sekitar 20 hari setelah semai di Dusun Pluwang, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mati akibat pasokan irigasi tidak mencukupi. Kondisi ini membuat petani penggarap mengalami kerugian jutaan rupiah setelah sebelumnya menghadapi gagal panen akibat serangan hama tikus pada musim tanam sebelumnya.
Kemarau Bikin Sawah Mengering, Petani Wringin Putih Tekor Jutaan Rupiah
Toyota Innova diduga terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di kawasan Blotongan, Salatiga, Sabtu (15/8/2026) malam, sebelum meninggalkan lokasi. Polisi bersama warga mengejar kendaraan tersebut hingga Jetis dan berhasil menghentikannya. Korban kecelakaan dilarikan ke RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmojo untuk mendapat perawatan, sementara penanganan kasus diserahkan kepada Satlantas Polres Salatiga.
Mirip Film Laga, Polisi di Salatiga Kejar Pelaku Tabrak Lari
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah