URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang menyiapkan 150 tangki air bersih atau setara 750.000 liter untuk mengantisipasi dampak musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung lebih panjang dan lebih kering. Langkah ini dilakukan setelah enam desa mulai mengalami krisis air bersih. BPBD juga memetakan wilayah rawan kekeringan di 19 kecamatan, menempatkan toren di titik prioritas, serta berkolaborasi dengan berbagai instansi guna mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.

Mbak Google

KABAR RASIKA

BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak

BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak

BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak

Sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang sudah mulai mengalami krisis air bersih pada awal musim kemarau tahun ini. Foto: win
Sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang sudah mulai mengalami krisis air bersih pada awal musim kemarau tahun ini. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang menyiapkan 150 tangki air bersih atau setara 750.000 liter untuk mengantisipasi dampak musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih panjang dan lebih kering.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan mengatakan, berdasarkan prediksi BMKG musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung selama lima hingga tujuh bulan dengan kondisi yang lebih panas dibanding tahun sebelumnya.

“Prediksi BMKG, musim kemarau berlangsung lima sampai tujuh bulan. Kondisinya diperkirakan lebih panas dan lebih kering di Kabupaten Semarang,” ujar Alexander, Sabtu (25/7/2026).

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD telah memetakan wilayah rawan kekeringan di 19 kecamatan. Toren air juga telah ditempatkan di sejumlah titik yang selama ini menjadi langganan kekeringan agar distribusi bantuan air bersih lebih cepat.

“Seluruh wilayah rawan sudah kami data. Daerah yang paling ekstrem juga kami siapkan toren untuk memudahkan distribusi air bersih,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD menyiapkan 150 tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter atau total 750.000 liter. Jumlah tersebut disusun berdasarkan evaluasi penanganan kekeringan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini kami siapkan 150 tangki untuk membackup kebutuhan air bersih di seluruh wilayah terdampak,” ucapnya.

Selain mengandalkan BPBD, penanganan kekeringan juga melibatkan berbagai pihak seperti perusahaan, perbankan, PDAM, hingga organisasi perangkat daerah.

“Kami berkolaborasi dengan berbagai pihak agar bantuan air bersih tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” jelas Alexander.

Hingga saat ini, BPBD mencatat enam desa mulai mengalami kekeringan, yakni Desa Kalikayen, Kemitir, Bantal, Plumutan, Rembes, dan Wiru. Sebanyak 16 tangki air bersih telah disalurkan kepada warga di wilayah tersebut.

Untuk Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, distribusi air bersih turut dibantu Dinas Sosial. Sementara di Dusun Sapen Borangan, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, pasokan air didukung Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) melalui pembangunan Waduk Jragung.

“Standarnya 100 jiwa mendapat satu tangki. Semakin banyak warga terdampak, jumlah tangki juga kami tambah,” ujarnya.

Ia menegaskan, bantuan BPBD difokuskan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di permukiman. Adapun persoalan kekeringan di sektor pertanian ditangani melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum.

Selain penyaluran air bersih, BPBD juga mengupayakan solusi jangka panjang berupa pembangunan sumur bor bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kodim.

“Tahun ini sudah ada dua desa yang mendapat bantuan sumur bor, dan beberapa desa lain masih kami usulkan ke BNPB,” katanya.

BPBD memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus. Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan disiapkan hingga Februari tahun depan agar penanganan dapat terus dilakukan apabila kebutuhan air bersih masih tinggi.

“Kalau kebutuhan air masih meningkat, kami akan mengusulkan tambahan anggaran melalui mekanisme yang tersedia,” pungkas Alexander. (win)

BACA JUGA :

Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved