URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Terpisah Dari Rombongan, Tiga Pendaki Diduga Tersesat dan Hilang di Puncak Suroloyo

Terpisah Dari Rombongan, Tiga Pendaki Diduga Tersesat dan Hilang di Puncak Suroloyo

Terpisah Dari Rombongan, Tiga Pendaki Diduga Tersesat dan Hilang di Puncak Suroloyo

featured-img
Tim relawan melakukan pencarian tiga orang survivor yang diduga tersesat dan hilang di Puncak Suroloyo Gunung Ungaran, Jumat (6/8/2021). (Foto/win)

UNGARAN – Tiga dari enam orang yang mendaki Puncak Suroloyo, Gunung Ungaran Kabupaten Semarang diduga tersesat dan hilang di tengah hutan, Kamis (5/8/2021). Tiga orang yang berhasil selamat adalah Nur (20), Slamet (50) dan Dani (33), sementara tiga orang survivor yang belum ditemukan adalah pasangan suami istri Roni (38) dan Mindiyanah (37) serta Seto (50).

Koordinator tim pencarian survivor, Agus Purnomo mengungkapkan kronologi kejadian itu bermula saat enam orang tersebut melakukan pendakian ke Puncak Suroloyo untuk berziarah pada Rabu (4/8/2021) sore melalui jalur Ngipik, Nyatnyono. Usai melaksanakan ritual dan ziarah di Sendang Suroloyo, mereka turun bersama-sama pada Kamis (5/8/2021) pagi.

Sesampainya di tengah hutan, mereka terpecah menjadi dua rombongan. Rombongan pertama yang terdiri dari Roni, Mindiyanah dan Seto berjalan mendahului rombongan kedua. Karena tidak ingin tertinggal jauh, rombongan kedua yang terdiri dari Nur, Slamet dan Dani berniat menyusul akan tetapi tidak berhasil menemukan rombongan pertama. Mereka melanjutkan perjalanan turun dan terpecah kembali menjadi dua kelompok. Nur dan Slamet berhasil turun melalui jalur Semirang Desa Gogik sementara Dani turun melalui jalur awal pendakian.

Hingga Jumat (6/8/2021) pagi, tim dari relawan SAR Bumi Serasi, Basarnas, Nyawa Wali dibantu kepolisian dan masyarakat sekitar masih terus melakukan pencarian mengingat tiga survivor belum ditemukan. Mereka juga menyayangkan minimnya persiapan survivor saat hendak mendaki, sebab tidak membawa perlengkapan yang memadai serta logistik yang cukup. (win)

BACA JUGA :

Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga