URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Pelatihan rajut benang di Sidorejo, Salatiga tidak hanya mengisi waktu luang, tetapi juga dapat menambah penghasilan bagi ibu rumah tangga yang mengikutinya. Pelatihan ini diadakan oleh Kadarwati dan Asitya Ndaru Mustikarini dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas ibu-ibu.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tika Post Modelling Salatiga, Ajarkan Merajut Gratis Untuk Mengasah Kreativitas Ibu Rumah Tangga

Tika Post Modelling Salatiga, Ajarkan Merajut Gratis Untuk Mengasah Kreativitas Ibu Rumah Tangga

Tika Post Modelling Salatiga, Ajarkan Merajut Gratis Untuk Mengasah Kreativitas Ibu Rumah Tangga

Sejumlah ibu rumah tangga saat ikuti pelatihan merajut gratis di Sanggar Post Modelling school Sidorejo, belum lama ini.
Sejumlah ibu rumah tangga saat ikuti pelatihan merajut gratis di Sanggar Post Modelling school Sidorejo, belum lama ini.
Featured Image

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Mengisi waktu luang agar tidak bosan di rumah sekaligus menambah pemasukan untuk belanja, ibu rumah tangga di Sidorejo, Salatiga mengikuti pelatihan membuat rajut benang.

Pelatihan yang digagas oleh Kadarwati dan Asitya Ndaru Mustikarini itu juga bertujuan untuk mengasah kreativitas ibu-ibu.

Tak main-main pelatihan rajut itu diajar langsung oleh Kadarwati atau biasa juga dipanggil Tipuk. Pemilik rumah kreatif Keza craft Salatiga. Dia sudah beberapa kali mengirim karya rajutnya sampai ke Belanda dan Prancis.

“Saya punya keahlian (merajut) kenapa kok hanya untuk saya sendiri. Nah dari situ kerjasama dengan mbak Tika untuk membuat pelatihan ini,” terang Tipuk saat ditemui di Sanggar Post Modelling school Sidorejo, belum lama ini.

Diakuinya tidak ada tarif alias gratis untuk mengikuti pelatihan ini. Hanya ada biaya untuk membeli benang rajut. Itupun digunakan sendiri untuk membuat kreasi benang rajut.

Sampai saat ini sudah sekitar 60 ibu-ibu yang sudah mengikuti pelatihan rajut. Mereka berasal dari Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga.

Sementara itu, Asitya Ndaru Mustikarini menyebut kegiatan ini tidak hanya sekedar pelatihan saja. Namun basecamp pelatihan rajut yang berada di Jalan Jambe Wangi Nomor 5, Sidorejo Lor, Sidorejo, Salatiga itu, hasil karyanya juga sudah di pasarkan.

“Kita berdua ini bekerja sama. Jadi hasilnya ibu-ibu ini kita peragakan oleh talent kami di Post Modelling,” terang perempuan yang juga pemilik sanggar post modelling school ini.

Waktu dipamerkan oleh model, kata Tika, beberapa peminat yang langsung membelinya. Selain itu pemasaran juga dilakukan lewat online. Pasarnya saat ini sudah sering terjual sampai Kota Bandung dan Bali.

“Kita juga ada di dekranasda Salatiga ada display di sana. Online juga ada,” terang dia.

Menurutnya pasar rajut ini untuk semua kalangan. Mulai anak-anak sampai dewasa. Hasil karya ibu-ibu ini dijual paling murah Rp 5.000 untuk anting. Topi rajut Rp 125 ribu.

“Ada kebaya juga dijual Rp 300 ribu, untuk taplak meja Rp 500 ribu,” akunya.

Kedepannya Tipuk dan Tika akan terus menggelar pelatihan merajut ini. Dia berharap ibu-ibu bisa menambah wawasan tentang seni. Selain itu juga untuk menambah income.

BACA JUGA :

Hasil Pantauan BI Jateng Ekonomi Jawa Tengah Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global
Hasil Pantauan BI Jateng: Ekonomi Jawa Tengah Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global
Konsumen Jawa Tengah percaya daya beli dan peluang kerja tetap positif
Optimisme Konsumen Jawa Tengah pada Maret 2026 Tetap Terjaga
Tingginya mobilitas masyarakat selama Idulfitri 1447 H mendorong pertumbuhan penjualan suku cadang kendaraan, barang budaya dan rekreasi, serta bahan bakar kendaraan bermotor di Jawa Tengah pada Maret 2026. Meski Indeks Penjualan Riil masih terkontraksi 9,3 persen secara tahunan akibat melemahnya sejumlah kelompok barang konsumsi, aktivitas mudik dan wisata mampu menahan penurunan lebih dalam dan menopang kinerja perdagangan eceran.
Hasil Pantauan BI Jawa Tengah: Konsumsi Pasca-Lebaran Normal, Mobilitas Jadi Penopang Pertumbuhan Ritel
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Rupiah Borobudur Playon 2026 yang akan digelar pada 4–5 Juli 2026 di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang. Kegiatan lari 5K dan 10K ini menargetkan 10.000 peserta dan pengunjung untuk meningkatkan literasi Rupiah, mendorong transaksi digital, mendukung pariwisata serta UMKM, sekaligus menyalurkan seluruh hasil pendaftaran sebagai donasi bagi masyarakat sekitar Borobudur.
Peluncuran Kegiatan Rupiah Borobudur Playon 2026: Lari Untuk Berbagi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang maksimum di perairan Semarang dan pesisir Jawa Tengah terjadi pada Senin, 1 Juni 2026, dengan tinggi muka air laut mencapai 0,9 meter pada siang hari. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko genangan rob di kawasan pesisir rendah saat gelombang dan aktivitas pasang laut mencapai puncaknya.
01 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 09.00–13.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,9 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang maksimum di perairan Semarang dan pesisir Jawa Tengah terjadi pada Senin, 1 Juni 2026, dengan tinggi muka air laut mencapai 0,9...
MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi yang berkembang dari penelitian siswa tersebut kini menghasilkan maggot basah dan kering bernilai jual, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot
MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi...
Stroke Ringan Tak Lagi Jadi Beban, Ngapiyah Rasakan Manfaat JKN di Usia Senja
Stroke Ringan Tak Lagi Jadi Beban, Ngapiyah Rasakan Manfaat JKN di Usia Senja
Ngapiyah (79), peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) asal Desa Karangmalang Wetan, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)...
Hamil Anak Kedua Jadi Lebih Tenang, Rakhma Rasakan Kemudahan Layanan BPJS Kesehatan
Hamil Anak Kedua Jadi Lebih Tenang, Rakhma Rasakan Kemudahan Layanan BPJS Kesehatan
Rakhma Pradani Alaika Pratiwi (29), ibu hamil asal Desa Jambu Kidul, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, mengaku merasakan kemudahan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat menjalani pemeriksaan...
Truk Tangki Rem Blong di Turunan Bawen, Terjang Warung dan Kios Tambal Ban, Satu Pemotor Tewas
Truk Tangki Rem Blong di Turunan Bawen, Terjang Warung dan Kios Tambal Ban, Satu Pemotor Tewas
Kecelakaan maut terjadi di jalur turunan Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat (29/5/2026) malam, ketika sebuah truk tangki minyak goreng diduga mengalami gagal pengereman. Truk yang melaju dari arah Bawen...
Muat Lebih

POPULER

Komunitas Kridha Beksa Wandawa menggelar kelas Tari Klasik Gaya Surakarta di Pendopo Bung Karno, Salatiga, Minggu (24/5/2026), sebagai upaya melestarikan budaya Jawa di tengah modernisasi. Kegiatan yang awalnya menargetkan 30 peserta ini diikuti 62 orang berusia 12 hingga 62 tahun, yang belajar Tari Golek Sri Rejeki untuk mengenal, menjaga, dan mewariskan seni tradisi kepada generasi masa kini.
Komunitas Kridha Beksa Wandawa Gelar Kelas Tari Klasik di Salatiga, Peserta Membludak
Ratusan warga Dusun Karangtalun, Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang mendatangi kantor desa pada Selasa (19/5/2026) untuk menuntut transparansi penyaluran bansos PKH yang diduga disalahgunakan perangkat desa. Warga menilai bantuan tidak diterima penuh setelah kartu ATM penerima disebut dikumpulkan oleh oknum perangkat.
Diduga Selewengkan Dana Bansos, Warga Mlilir Tuntut Kades dan Kadus Mundur

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved