URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tinggalkan Dunia Malam, Papine Uuk Kini Hijrah Jadi Pengusaha Kuliner “Miracle”

Tinggalkan Dunia Malam, Papine Uuk Kini Hijrah Jadi Pengusaha Kuliner “Miracle”

Tinggalkan Dunia Malam, Papine Uuk Kini Hijrah Jadi Pengusaha Kuliner “Miracle”

featured-img
Papine Uuk, mantan pekerja malam yang kini hijrah menjadi pengusaha kuliner ditingkir.

RASIKAFM – Setiap orang pasti punya masa lalu, baik yang positif ataupun negatif, bahkan tak sedikit diantara mereka yang negatif tetap terbawa kedalam Suasana dan aura kegagalan, masuk Kejurang kegelapan. Namun hal ini tidak berlaku bagi

Papine Uuk (42) pria asli kelahiran Kota Salatiga Jawa Tengah ini kini mulai berbenah, bahkan ia mulai hijrah ke kehidupan yang lebih labih demi masa depan bersama keluarga.

Kepada rasikafm.com Pria yang memiliki nama asli Agus Bayu ini bercerita panjang dalam sejarah hidupnya dijalanan dan gemerlap dunia malam bahkan ia pernah menjadi mucikari.

Ayah 4 anak yang sebagain tubuhnya bertato ini hidup dijalanan sejak masih duduk di bangku SMA, kini ia sudah insaf dan memilih membuka usaha kuliner serta menjadi buruh pabrik.

Pengalaman pahit hidup di jalanan dan juga bergelimang kemewahan serta dikelilingi para wanitapun pernah dialami Agus. Namun kini ia memilih bertaubat dan memulai bisnis.

Saat ditemui media, di kediamanya sekaligus kedainya yang dinamai Miracle Papiku di Perumahan Tingkir Indah Blok E RT 01 RW 08 Perumahan Tingkir Salatiga, Jumat (10/9/2021) Uuk mengatakan, awal mula berhenti dari dunia malam karena anaknya merasa malu saat di tanya gurunya.

Agus Bayu saat menjelaskan ke media perihal Menu andalan diwarungnya.

“Jadi anak saya malu saat ditanya apa pekerjaan ayahnya. Yang lain menjawab ayahnya bekerja sebagai guru, polisi, tukang sapu dan pekerjaan lainya, anak saya diam. Kan ndak mungkin juga anak mau jawab pekerjaan bapaknya sebagai mucikari. Maka dengar keluhan anak, saat itu juga saya berhenti hidup didunia malam,”ungkapnya.

Diungkapkan Agus, ia berkecimpung didunia malam sejak masih duduk dibangku SMA, kurang lebih sekitar 30 an tahun.”Didunia malam waktu itu bekerja sebagai “anjelo” juga antar jemput sekaligus koordinator LC/pemandu karaoke,”ungkapnya.

Dibeberkan Agus, pekerjaan yang ditekuninya dulu memang ditentang oleh keluarga. Namun karena untuk mencukupi kebutuhan anak dan tuntutan pekerjaan maka tetap dijalani. Dirinya bekerja didunia malam, waktu itu untuk menghidupi dari satu anak hingga empat anaknya.

Sejumlah pengunjung cafe Miracle saat menikmati hidangan

Agus mengaku jika dari segi ekonomi kerja didunia malam lebih mudah mencari uang dibandingkan saat ini yang hanya mengais rezeki dari nominal kecil, Agus mengungkapkan dirinya sempat merasa malu mengingat dahulu ingin beli apa saja bisa, sedangkan saat ini hidup hanya pas passan.

“Ya malu, tapi malu dalam arti banyak yang mengejek dulu beli apa apa bisa sekarang tidak. Namun saya punya prinsip jika hidup itu bukan dari perkataan orang, saya berfikir begitu aja. Dan seperti saya jalani hidup lebih nyaman seperti saat ini meski seadanya,”tuturnya.

Ditanya apa yang mendasari kedai miliknya dinamai Miracle, Agus menyebut memilih nama itu adalah sebuah keajaiban.

Agus mengatakan di kedai miliknya menyajikan beberapa menu diantaranya aneka nasi goreng dan mie goreng ataupun rebus serta nasi lalapan. Selain itu juga menyajikan tempura, petrik, sukoi dan bakso tusuk.

“Untuk menu khasnya yaitu bakso tampar dan tempura tampar. Itu yang paling laris,”terangnya.

Ditambahkan Agus, mengenai ketertarikanya menekuni bisnis kuliner karena sejak kecil ia sudah mempunyai hobi memasak.

BACA JUGA :

SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
Proposal permohonan bantuan dana untuk rangkaian peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026 menjadi sorotan setelah beredar di kalangan pelaku usaha dan media sosial. Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Daerah Kota Salatiga pada konferensi pers, Kamis (16/7/2026), memutuskan menarik proposal yang sebelumnya telah tersebar, setelah muncul kritik terkait kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp400 juta di luar alokasi APBD.
Viral di Medsos! Proposal Permohonan Dana HUT RI di Salatiga Jadi Omongan Netizen
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Pernyataan itu disampaikan di hadapan para Ketua PCNU se-Jawa Tengah saat Silaturahim PCNU di Salatiga, Rabu (15/7/2026), sebagai ikhtiar memperkuat persatuan organisasi dan menghadirkan kepemimpinan yang berdaulat, bermartabat, serta bermanfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Silaturahim Bersama PCNU se-Jawa Tengah, Gus Rozin Nyatakan Siap Maju pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
PT Jasamarga Semarang Batang melakukan uji kekesatan (Skid Resistance Test) di Ruas Tol Semarang–Batang sebagai bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pengujian ini bertujuan mengukur daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan agar risiko kendaraan tergelincir dapat diminimalkan, sekaligus menjadi dasar pelaksanaan pemeliharaan demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan tol.
Ternyata Jalan Tol Rutin Jalani Uji Kekesatan Jalan, Apa Itu dan Mengapa Penting?

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah