[audio_player]

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Penandatanganan kerja sama dilakukan Universitas Kristen Satya Wacana dan Polda Jawa Tengah di Grha Nusantara UKSW Salatiga, Rabu (11/3/2026), guna memperkuat kajian akademik bidang kepolisian melalui pembentukan Pusat Studi Kepolisian yang melibatkan Fakultas Hukum, Psikologi, dan FISKOM.

Mbak Google

KABAR RASIKA

UKSW dan Polda Jateng Teken Kerja Sama, Resmikan Pusat Studi Kepolisian

UKSW dan Polda Jateng Teken Kerja Sama, Resmikan Pusat Studi Kepolisian

UKSW dan Polda Jateng Teken Kerja Sama, Resmikan Pusat Studi Kepolisian

Dok/
Dok/

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menjalin kerja sama strategis dengan Polda Jawa Tengah melalui penandatanganan kerja sama yang dilaksanakan di Grha Nusantara, Kampus UKSW Jalan Kartini pada Rabu (11/3/2026).
Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian (WR KK) UKSW Profesor Yafet Yosafat Wilben Rissy dan Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Polisi Dr. Noviana Tursaunurohmad.

Dalam sambutannya, Profesor Yafet Yosafat Wilben Rissy menyampaikan bahwa UKSW berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, mitra institusi, serta bangsa, dan negara melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk institusi penegak hukum. Salah satunya adalah Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Jawa Tengah.

Disampaikan Profesor Yafet Yosafat Wilben Rissy yang juga Guru Besar bidang ilmu hukum dan ekonomi, kerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Polda Jawa Tengah diharapkan dapat memperkaya kontribusi akademik UKSW dalam memberikan pemikiran bagi pengembangan praktik penegakan hukum di Indonesia.

“Kita ingin supaya UKSW memberi dampak bagi komunitas lokal, bagi institusi yang bekerja sama, dan bagi bangsa serta negara. Salah satunya dengan memberikan kontribusi pemikiran bagi aparat penegak hukum, dalam hal ini Polda Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dinamika perubahan regulasi dalam sistem hukum nasional, termasuk pembaruan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Menurutnya, perubahan tersebut membuka ruang kajian yang luas bagi dunia akademik untuk mengkaji berbagai tantangan penegakan hukum, baik dari sisi norma maupun praktik.

“Pusat Studi Kepolisian ini menjadi pusat kajian yang sangat menarik. Kami berharap keberadaannya dapat memberi warna tersendiri secara keilmuan maupun budaya, baik bagi rekan-rekan di kepolisian maupun bagi UKSW sendiri,” tambahnya.

Dekan Fakultas Hukum UKSW sekaligus Ketua Pusat Studi Kepolisian (Pusdipol), Profesor Dr. Christina Maya Indah mengungkapkan bahwa Pusdipol merupakan inisiatif Fakultas Hukum yang dikembangkan secara kolaboratif bersama Fakultas Psikologi dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM).

Menurutnya, pembentukan pusat studi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Pusdipol diharapkan menjadi wadah bagi dosen dan mahasiswa untuk melakukan kajian akademik di bidang kepolisian sekaligus mendukung transformasi reformasi Polri agar lebih efektif.

Ia menambahkan bahwa pendekatan interdisipliner menjadi kekuatan utama dari pusat studi ini, karena kajian kepolisian tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga melibatkan perspektif psikologi dan ilmu sosial serta ilmu komunikasi.

“Kita harus melihat polisi sebagai manusia, sebagai individu. Karena itu perlu juga dikaji dari sisi psikologis, misalnya bagaimana membangun kepolisian yang humanis. Di sisi lain, polisi bekerja di tengah masyarakat untuk melindungi masyarakat, sehingga pendekatan ilmu sosial dan komunikasi juga sangat penting,” jelasnya.

Kepala Karo SDM Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Polisi Dr. Noviana Tursaunurohmad, menyampaikan apresiasi kepada pihak UKSW atas terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi antara dunia akademik dan institusi kepolisian memiliki peran penting dalam menjawab berbagai tantangan penegakan hukum di era modern.

“Kolaborasi antara dunia akademik dan institusi kepolisian sangat penting dalam menghadapi kompleksitas tantangan penegakan hukum modern,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya ruang Pusdipol UKSW dan peninjauan ruang. Foto bersama dan penyerahan cinderamata menutup kegiatan ini.

Kegiatan penandatanganan kerja sama ini dirangkai dengan Seminar Nasional bertajuk “Sistem Peradilan Pidana Terpadu Menyikapi KUHP dan KUHAP Baru”. Profesor Dr. Christina Maya Indah menyampaikan, peresmian Pusat Studi Kepolisian akan dilakukan oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo secara daring hari ini, Kamis (12/3/2026).

Hadir dari UKSW dalam peresmian Pusdipol adalah perwakilan dari Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, dan FISKOM yang membentuk pusat studi ini. UKSW menjadi salah satu dari delapan universitas di Indonesia yang dipilih Polri untuk menandatangani kerja sama terkait penyelenggaraan Pusdipol.

BACA JUGA :

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang