URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau banjir rob yang terjadi di Tambak Rejo dan Kawasan Industri Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kecamatan Semarang Utara pada Senin (23/5/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Walikota Semarang Koordinasikan Penanganan Tanggul Jebol Sebabkan Rob Tinggi di Tambak Rejo

Walikota Semarang Koordinasikan Penanganan Tanggul Jebol Sebabkan Rob Tinggi di Tambak Rejo

Walikota Semarang Koordinasikan Penanganan Tanggul Jebol Sebabkan Rob Tinggi di Tambak Rejo

featured-img

SEMARANG – Walikota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau banjir rob yang terjadi di Tambak Rejo dan Kawasan Industri Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kecamatan Semarang Utara pada Senin (23/5/2022).

Hendi, sapaan akrabnya menilai, banjir rob setinggi dada orang dewasa ini diakibatkan oleh jebolnya salah satu pintu tanggul laut yang berada di Kawasan Industri Pelabuhan Tanjung Emas atau tepatnya di Lamicitra Semarang.

“Menurut informasi dari temen-temen PU (Pekeja Umum), konon katanya ada salah satu pintu tanggul di daerah PT lamicitra yang jebol. Faktor cuaca itu paling dominan karena ini pasang sangat tinggi,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, jebolnya pintu tanggul lait tersebut diakibatkan oleh air pasang yang sering terjadi. Saat ini sudah ada enam Rukun Warga (RW) yang melapor terkena banjir rob untuk meminta bantuan.

“Ada RW 1, 12, 13, 14, 15, 16 di Kelurahan Tanjungmas tepatnya di Tambak Rejo. Nah penyebab utamanya pasti karena pasang rob yang tinggi terus yang kedua kita sempat melihat kawasan pelabuhan tanjung mas juga terendam cukup dalam samlaj 1,5 meter,” terangnya.

Saat ini, dirinya segera mengumpulkan beberapa instansi terkait untuk membahas penanganan, evakuasi serta tindakan-tindakan selanjutnya demi mengatasi permasalah tersebut.

“Malam ini juga kami dan Pak Kapolrestabes, Pak Sandim, BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), PU, Dinsos (Dinas Sosial) akan merapat di Kecamatan Semarang Utara untuk menentukan upaya-upaya langkah-langkah tercepat dan terbaik untuk penanganan banjir rob,” terangnya.

“Nanti setelah kita koordinasi langkah tepatnya seperti apa dari BBWS, PU, Dinsos seperti apa nanti akan kita share. PU juga bisa memperbaiki tanggul jebol yang di Lamicitra jadi daripada mengganggu warga disini lebih baik kita balik kanan kita koordinasi untuk dapur umum dan persiapan PU untuk bisa memperbaiki tanggul yang jebol,” tambahnya.

Saat ini, pihak Pemerintah Kota Semarang tengah fokus untuk melakukan evakuasi dan bantuan terhadap warga yang terdampak banjir rob dengan mendirikan dapur umum dan menyiapkan serta menyediakan kebutuhan untuk meringankan beban warga.

Dirinya juga memerintahkan pihak terkait untuk tetap menyediakan tempat pengungsian meskipun sebagian besar warga yang terdampak masih memilih bertahan di rumahnya.

“Setelah kita melihat itu, maka kebutuhannya yang mutlak diperlukan adalah penanganan terhadap masyarakat. Bantuan untuk sosialnya terutama dapur umum. Kemudian kita siapkan beberapa tempat-tempat pengungsian tapi beberapa masyarakat yang kita tanya gak berkenan untuk mengungsi banyak nah di rumah saja. Kebetulan beberapa rumah juga sudah dtinggikan tapi kita sudah siapin,” paparnya.

Disisi lain, Hendi menyebut banjir rob kali ini adalah paling parah daripada tahun-tahun atau kejadian sebelumnya. Dalam informasi yang Hendi dapat, daerah pesisir utara juga mengeluhkan hal yang sama dimana kejadian ini terjadi sudah diluar perhitungan dari Pemerintah.

“Kita lihat situasi selama beberapa tahun terakhir ini paling parah ini ya gak biasanya pelabuhan sampai terendam hari ini sampai terendam. Kita perlu lakukan solusi terbaik dari penanganan ini dari lintas koordinasi antar instansi. Pak Gub juga sudah memperingatkan di grup kepala daerah. Tadi di daerah pesisir utara juga sudah mengeluhkan hal yang sama hanya memang ini diluar dugaan kita,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved