BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan kondisi pasang surut di wilayah Semarang dan pesisir Jawa Tengah pada Jumat, 3 Juli 2026, mengalami kenaikan sejak dini hari hingga mencapai puncak pada pagi menjelang siang. Tinggi muka air laut diprakirakan mencapai 1 meter pada pukul 10.00 WIB dan bertahan hingga pukul 11.00 WIB.
Berdasarkan grafik prakiraan pasang surut harian, muka air laut di Semarang berada pada kisaran 0,3 meter pada pukul 01.00–02.00 WIB. Ketinggian air kemudian meningkat menjadi 0,4 meter pada pukul 03.00 WIB, 0,5 meter pada pukul 04.00 WIB, serta mencapai 0,6 meter pada pukul 05.00 WIB atau setara dengan Mean Sea Level (MSL).
Kenaikan berlanjut pada pagi hari. Tinggi muka air laut diprakirakan mencapai 0,7 meter pada pukul 06.00 WIB, 0,8 meter pada pukul 07.00 WIB, dan 0,9 meter pada pukul 08.00–09.00 WIB. Pasang tertinggi diprediksi terjadi pada pukul 10.00–11.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai 1 meter.
Setelah puncak pasang, tinggi muka air laut diprakirakan mulai menurun secara bertahap menjadi 0,9 meter pada pukul 12.00–14.00 WIB, 0,8 meter pada pukul 15.00 WIB, 0,7 meter pada pukul 16.00 WIB, serta kembali berada di sekitar MSL atau 0,6 meter pada pukul 17.00 WIB. Surut terendah diprakirakan terjadi pada pukul 22.00–24.00 WIB dengan tinggi muka air laut sekitar 0,2 meter.
Untuk kondisi cuaca maritim Perairan Semarang–Demak, BMKG memprakirakan cuaca cerah hingga cerah berawan pada pagi sampai malam hari. Suhu udara berkisar 25–29 derajat Celsius dengan kelembapan 62–80 persen. Angin bertiup dengan kecepatan sekitar 7–11 knot, dengan hembusan maksimum mencapai 17–23 knot pada beberapa periode pengamatan.
Tinggi gelombang di perairan Semarang–Demak diprakirakan berada pada kisaran 0,5–1,25 meter. Arus laut bergerak dengan kecepatan sekitar 0,68–1,08 knot. Kondisi tersebut perlu diperhatikan terutama oleh nelayan, operator kapal, pekerja pelabuhan, serta masyarakat yang beraktivitas di pesisir Laut Jawa.
Kombinasi pasang maksimum pada pagi hingga menjelang siang, aktivitas angin, dan kondisi gelombang berpotensi meningkatkan risiko genangan di sejumlah kawasan pesisir Semarang yang memiliki elevasi rendah. Masyarakat di sekitar pelabuhan, tambak, permukiman pesisir, serta akses jalan dekat pantai dapat memantau perkembangan informasi pasang surut dan cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang berlaku Jumat, 03 Juli 2026 pic.twitter.com/ABVJ4fp2RF
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) July 2, 2026



