KABAR RASIKA

11 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Warga Jawa Tengah Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan

11 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Warga Jawa Tengah Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan

11 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Warga Jawa Tengah Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan

11 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Warga Jawa Tengah Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan

Berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang pada pukul 06.00 WIB, kondisi cuaca di Kota Semarang terpantau cerah berawan. Suhu udara tercatat 23,8 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 80 persen. Angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan sekitar 5 kilometer per jam.

BMKG memprakirakan cuaca Kota Semarang pada pagi hingga siang hari didominasi kondisi cerah. Memasuki sore hingga awal malam, cuaca diperkirakan berubah menjadi cerah berawan. Suhu udara harian berkisar antara 27 hingga 33 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berada pada kisaran 45 hingga 80 persen.

Angin di wilayah Semarang diperkirakan bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5 hingga 30 kilometer per jam. Kondisi cuaca yang stabil diperkirakan mendukung aktivitas masyarakat, namun perubahan cuaca tetap dapat terjadi sesuai perkembangan atmosfer.

Secara umum, wilayah Jawa Tengah pada pagi hingga siang hari diprakirakan mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan. Pada sore hingga awal malam, kondisi cuaca berubah menjadi cerah berawan hingga berawan. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan akibat kondisi cuaca yang relatif kering.

Potensi tersebut dapat meningkat di kawasan hutan, lahan terbuka, area perkebunan, maupun lahan pertanian yang mengalami penurunan kelembapan. Masyarakat diimbau menghindari aktivitas pembakaran sampah, sisa tanaman, maupun pembukaan lahan menggunakan api untuk mengurangi risiko munculnya kebakaran.

Di sektor maritim, tinggi gelombang di Perairan Utara Jawa Tengah diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter, sehingga relatif aman bagi sebagian besar aktivitas pelayaran skala kecil dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca terkini. Sementara itu, tinggi gelombang di Perairan Selatan Jawa Tengah diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter sehingga nelayan dan operator kapal diminta meningkatkan kewaspadaan saat berlayar.

Sumber:

📰 Dikutip dari: BMKG Ahmad Yani Semarang

BACA JUGA :

306 Tenaga Kesehatan Disiagakan di 12 Arena MTQ Nasional XXXI di Semarang
306 Tenaga Kesehatan Disiagakan di 12 Arena MTQ Nasional XXXI di Semarang
Polda Jateng Data 88 Anak dengan Kelainan Kaki Bawaan, Pastikan Dapat Penanganan Medis
Polda Jateng Data 88 Anak dengan Kelainan Kaki Bawaan, Pastikan Dapat Penanganan Medis
Semarang Kirim 16 Peserta ke MTQ Nasional XXXI, Dua di Antaranya Penyandang Disabilitas
Semarang Kirim 16 Peserta ke MTQ Nasional XXXI, Dua di Antaranya Penyandang Disabilitas
Tanah Pinggir Sungai Juana Ambles hingga 1 Meter, 7 Ruko di Pati Rusak Berat
Tanah Pinggir Sungai Juana Ambles hingga 1 Meter, 7 Ruko di Pati Rusak Berat
Kasus Keracunan MBG Berulang, Pemprov Jateng Asesmen Seluruh SPPG
Kasus Keracunan MBG Berulang, Pemprov Jateng Asesmen Seluruh SPPG
Dinkes Jateng Pastikan Kadar SO2 di Semarang Masih Normal
Dinkes Jateng Pastikan Kadar SO2 di Semarang Masih Normal

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px