KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

11 Titik Longsor Terjang Banyubiru, Akses Jalan Tertutup dan Empat Rumah Terdampak

11 Titik Longsor Terjang Banyubiru, Akses Jalan Tertutup dan Empat Rumah Terdampak

11 Titik Longsor Terjang Banyubiru, Akses Jalan Tertutup dan Empat Rumah Terdampak

Material longsoran yang menutup jalur penghubung antar kampung di Dusun Tlumpak, Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru dibersihkan menggunakan alat berat, Senin (4/5/2026). Foto: IST/dok. warga

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, pada Minggu (3/5/2026) memicu sedikitnya 11 titik longsor di dua desa, yakni Desa Sepakung dan Desa Wirogomo.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, mengatakan longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi selama kurang lebih dua jam.

“Total ada 11 titik longsor di Kecamatan Banyubiru, tepatnya di Desa Sepakung dan Desa Wirogomo, dengan skala kecil hingga besar,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (4/5/2026).

Di Desa Wirogomo, tepatnya di Dusun Tlumpak, tercatat enam titik longsor. Salah satu yang terbesar terjadi di jalan poros penghubung Dusun Tlumpak dengan Dusun Pranten, Desa Seloprojo, Kabupaten Magelang. Longsor tersebut memiliki panjang sekitar 60 meter dengan tinggi mencapai 70 meter. Selain itu, material longsor setinggi 10 meter dan sepanjang 20 meter juga sempat menutup akses jalan menuju Dusun Tlumpak dengan ketebalan material sekitar satu meter.

“Penanganan dilakukan menggunakan alat berat,” katanya.

Beberapa titik longsor lainnya juga dilaporkan mengenai bangunan warga, seperti tembok ruang tamu dan dapur rumah. Namun, tidak ada kerusakan berat yang dilaporkan.

Sementara itu, di Dusun Krajan Kidul, Desa Wirogomo, terdapat dua titik longsor. Salah satunya menutup akses jalan antar-RT dengan tinggi lima meter dan panjang enam meter, yang ditangani secara gotong royong oleh warga. Sedangkan longsor lainnya dengan tinggi mencapai 30 meter menutup jalan kabupaten dan kini dalam penanganan alat berat.

“Secara keseluruhan, terdapat empat rumah warga yang terdampak longsor dengan tingkat kerusakan bervariasi. Selain itu, sejumlah akses jalan, baik jalan lingkungan, jalan desa, maupun jalan kabupaten, juga sempat terganggu,” lanjutnya.

BPBD Kabupaten Semarang telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari kerja bakti bersama warga, pengerahan alat berat, hingga penyaluran bantuan logistik.

“Kami juga memasang terpal untuk menutup area rawan longsor guna mencegah pergerakan tanah lanjutan,” urainya.

Alex mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama di wilayah yang memiliki potensi longsor tinggi. Pasalnya, meski telah memasuki masa pancaroba, curah hujan masih berpotensi terjadi hingga pertengahan Mei.

“Cuaca di masa pancaroba ini masih sulit diprediksi. Kami minta masyarakat tetap siaga terhadap kemungkinan longsor susulan,” tandasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
[pekok2]