URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hujan deras selama dua jam memicu 11 titik longsor di Desa Sepakung dan Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Minggu (3/5/2026), yang berdampak pada akses jalan dan empat rumah warga, sehingga BPBD melakukan penanganan dengan alat berat, kerja bakti, serta pemasangan terpal untuk mencegah longsor susulan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

11 Titik Longsor Terjang Banyubiru, Akses Jalan Tertutup dan Empat Rumah Terdampak

11 Titik Longsor Terjang Banyubiru, Akses Jalan Tertutup dan Empat Rumah Terdampak

11 Titik Longsor Terjang Banyubiru, Akses Jalan Tertutup dan Empat Rumah Terdampak

Material longsoran yang menutup jalur penghubung antar kampung di Dusun Tlumpak, Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru dibersihkan menggunakan alat berat, Senin (4/5/2026). Foto: IST/dok. warga
Material longsoran yang menutup jalur penghubung antar kampung di Dusun Tlumpak, Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru dibersihkan menggunakan alat berat, Senin (4/5/2026). Foto: IST/dok. warga
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, pada Minggu (3/5/2026) memicu sedikitnya 11 titik longsor di dua desa, yakni Desa Sepakung dan Desa Wirogomo.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, mengatakan longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi selama kurang lebih dua jam.

“Total ada 11 titik longsor di Kecamatan Banyubiru, tepatnya di Desa Sepakung dan Desa Wirogomo, dengan skala kecil hingga besar,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (4/5/2026).

Di Desa Wirogomo, tepatnya di Dusun Tlumpak, tercatat enam titik longsor. Salah satu yang terbesar terjadi di jalan poros penghubung Dusun Tlumpak dengan Dusun Pranten, Desa Seloprojo, Kabupaten Magelang. Longsor tersebut memiliki panjang sekitar 60 meter dengan tinggi mencapai 70 meter. Selain itu, material longsor setinggi 10 meter dan sepanjang 20 meter juga sempat menutup akses jalan menuju Dusun Tlumpak dengan ketebalan material sekitar satu meter.

“Penanganan dilakukan menggunakan alat berat,” katanya.

Beberapa titik longsor lainnya juga dilaporkan mengenai bangunan warga, seperti tembok ruang tamu dan dapur rumah. Namun, tidak ada kerusakan berat yang dilaporkan.

Sementara itu, di Dusun Krajan Kidul, Desa Wirogomo, terdapat dua titik longsor. Salah satunya menutup akses jalan antar-RT dengan tinggi lima meter dan panjang enam meter, yang ditangani secara gotong royong oleh warga. Sedangkan longsor lainnya dengan tinggi mencapai 30 meter menutup jalan kabupaten dan kini dalam penanganan alat berat.

“Secara keseluruhan, terdapat empat rumah warga yang terdampak longsor dengan tingkat kerusakan bervariasi. Selain itu, sejumlah akses jalan, baik jalan lingkungan, jalan desa, maupun jalan kabupaten, juga sempat terganggu,” lanjutnya.

BPBD Kabupaten Semarang telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari kerja bakti bersama warga, pengerahan alat berat, hingga penyaluran bantuan logistik.

“Kami juga memasang terpal untuk menutup area rawan longsor guna mencegah pergerakan tanah lanjutan,” urainya.

Alex mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama di wilayah yang memiliki potensi longsor tinggi. Pasalnya, meski telah memasuki masa pancaroba, curah hujan masih berpotensi terjadi hingga pertengahan Mei.

“Cuaca di masa pancaroba ini masih sulit diprediksi. Kami minta masyarakat tetap siaga terhadap kemungkinan longsor susulan,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Pengemudi Toyota Innova berinisial SW, warga Ambarawa, diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat terlibat kecelakaan dengan Honda Vario di Jalan Fatmawati, Blotongan, Salatiga, Sabtu (16/8/2026) tengah malam. Korban mengalami luka ringan. Kedua pihak berdamai, sementara polisi tetap menilang SW karena mengemudi dalam pengaruh miras.
Akhir Pelarian Diduga Pelaku Tabrak Lari di Jalan Fatmawati Blotongan, Pelaku dan Korban Damai
Musim kemarau menyebabkan tanaman padi berusia sekitar 20 hari setelah semai di Dusun Pluwang, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mati akibat pasokan irigasi tidak mencukupi. Kondisi ini membuat petani penggarap mengalami kerugian jutaan rupiah setelah sebelumnya menghadapi gagal panen akibat serangan hama tikus pada musim tanam sebelumnya.
Kemarau Bikin Sawah Mengering, Petani Wringin Putih Tekor Jutaan Rupiah
Toyota Innova diduga terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di kawasan Blotongan, Salatiga, Sabtu (15/8/2026) malam, sebelum meninggalkan lokasi. Polisi bersama warga mengejar kendaraan tersebut hingga Jetis dan berhasil menghentikannya. Korban kecelakaan dilarikan ke RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmojo untuk mendapat perawatan, sementara penanganan kasus diserahkan kepada Satlantas Polres Salatiga.
Mirip Film Laga, Polisi di Salatiga Kejar Pelaku Tabrak Lari
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved