Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Emas Semarang memprakirakan kondisi pasang laut di wilayah Semarang dan pesisir utara Jawa Tengah masih berada pada level cukup tinggi pada Rabu, 13 Mei 2026.
Data prakiraan pasang surut harian menunjukkan tinggi muka air laut berada di kisaran 0,3 meter pada dini hari pukul 01.00 WIB. Ketinggian air laut kemudian meningkat secara bertahap menjadi 0,5–0,6 meter pada pagi hari hingga menjelang siang.
Memasuki siang hari, kenaikan muka air laut terus terjadi hingga mencapai 0,8 meter pada pukul 13.00–14.00 WIB. Puncak pasang diprakirakan berlangsung pada pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB dengan tinggi muka air maksimum mencapai 0,9 meter.
Setelah periode puncak pasang, muka air laut diperkirakan berangsur turun menjadi 0,8 meter pada awal malam dan terus menurun hingga sekitar 0,3 meter menjelang tengah malam. BMKG juga mencatat Mean Sea Level (MSL) atau rata-rata muka laut berada pada kisaran 0,6 meter.
Pola kenaikan muka air laut yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari berpotensi meningkatkan risiko rob di wilayah pesisir rendah, terutama kawasan Semarang Utara, pelabuhan, permukiman pesisir, tambak, dan akses jalan yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa.
Selain prakiraan pasang surut, BMKG turut merilis kondisi cuaca maritim Perairan Semarang–Demak untuk periode 12–14 Mei 2026. Cuaca diprakirakan didominasi berawan tebal hingga cerah berawan pada siang hari, dengan potensi hujan ringan pada Rabu hingga Kamis.
Suhu udara di wilayah perairan berkisar antara 26–30 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 71–84 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan rata-rata 3–7 knot dan hembusan maksimum mencapai 19 knot.
BMKG juga memprakirakan arus laut bergerak menuju selatan dan barat daya dengan kecepatan sekitar 0,65–1,19 knot. Tinggi gelombang laut di perairan utara Jawa Tengah diprakirakan berada pada kisaran 0,5–1,25 meter atau kategori rendah hingga sedang.
Kondisi tersebut masih dinilai relatif aman untuk aktivitas pelayaran lokal dan nelayan tradisional. Meski demikian, masyarakat pesisir diimbau tetap memantau perkembangan cuaca maritim dan pasang laut, terutama pada periode pasang maksimum sore hari yang berpotensi menimbulkan genangan rob di sejumlah wilayah pesisir Semarang dan sekitarnya.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang berlaku Rabu, 13 Mei 2026 pic.twitter.com/PVt3mKKXp9
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) May 12, 2026
