BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Emas Semarang merilis prakiraan pasang surut dan cuaca maritim terbaru untuk wilayah Perairan Semarang–Demak dan pesisir utara Jawa Tengah periode 15–17 Juni 2026. Berdasarkan data prakiraan pasang surut harian, puncak pasang laut di wilayah Semarang diperkirakan terjadi pada Senin pagi hingga menjelang siang dengan tinggi muka air laut maksimum mencapai 0,9 meter.
Grafik pasang surut menunjukkan muka air laut mulai meningkat sejak dini hari. Pada pukul 01.00 WIB hingga 02.00 WIB, tinggi muka air laut berada di kisaran 0,3 meter, kemudian naik menjadi 0,4 meter pada pukul 03.00 WIB dan 0,6 meter pada pukul 04.00 WIB. Kenaikan berlanjut hingga mencapai 0,8 meter pada pukul 06.00 WIB dan menyentuh puncak 0,9 meter pada rentang pukul 07.00 WIB sampai 11.00 WIB.
Setelah periode pasang maksimum berakhir, muka air laut berangsur turun menjadi 0,8 meter pada siang hari dan turun kembali ke kisaran 0,6 meter menjelang sore. Surut terendah diprakirakan terjadi pada pukul 24.00 WIB dengan tinggi muka air laut sekitar 0,2 meter. Mean Sea Level (MSL) atau rata-rata muka air laut tercatat berada pada kisaran 0,6 meter.
Untuk kondisi cuaca maritim, perairan Semarang–Demak pada pagi hingga siang hari diprakirakan cerah berawan. Namun, hujan ringan berpotensi terjadi mulai sore hingga malam hari. Suhu udara berkisar antara 27–30 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 68–85 persen.
Kecepatan angin di wilayah perairan pesisir Jawa Tengah diprakirakan berada pada kisaran 6–11 knot dengan hembusan maksimum mencapai 14–18 knot. Sementara itu, tinggi gelombang laut di Laut Jawa bagian utara Jawa Tengah diperkirakan relatif rendah hingga sedang, yakni sekitar 0,5–1,25 meter.
BMKG juga mencatat arus laut bergerak dengan kecepatan sekitar 0,72–1,09 knot dengan arah dominan menuju barat daya hingga selatan. Suhu permukaan laut berada di kisaran 30 derajat Celsius.
Kondisi pasang maksimum pada pagi hingga menjelang siang berpotensi meningkatkan genangan rob di sejumlah kawasan pesisir Semarang, terutama wilayah dengan elevasi rendah dan daerah sekitar pelabuhan. Aktivitas bongkar muat pelabuhan, tambak pesisir, hingga mobilitas masyarakat di jalur pesisir juga perlu memperhatikan perkembangan kondisi pasang laut dan cuaca maritim.
Masyarakat pesisir, nelayan, dan pengguna jasa transportasi laut di wilayah Semarang, Demak, serta pesisir utara Jawa Tengah diimbau memantau pembaruan informasi cuaca dan pasang surut laut dari BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi perairan selama periode pasang maksimum berlangsung.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang berlaku Senin, 15 Juni 2026 pic.twitter.com/fzpP8tpkOb
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) June 14, 2026
