URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah selenggarakan Pelatihan Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP) Tahun 2022. Kegiatan yang bekerja sama dengan DPRD Jateng ini menghadirkan para anggota DPRD untuk menjadi narasumber guna memotivasi para perempuan

Mbak Google

KABAR RASIKA

20 Orang di Salatiga Ikuti Pelatihan Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan

20 Orang di Salatiga Ikuti Pelatihan Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan

20 Orang di Salatiga Ikuti Pelatihan Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan

Sejumlah peserta saat ikuti pelatihan PPEP kerjasama dengan DPRD jateng (Poto dok ist)
Sejumlah peserta saat ikuti pelatihan PPEP kerjasama dengan DPRD jateng (Poto dok ist)
featured-img

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah selenggarakan Pelatihan Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP) Tahun 2022. Kegiatan yang bekerja sama dengan DPRD Jateng ini menghadirkan para anggota DPRD untuk menjadi narasumber guna memotivasi para perempuan itu. Kegiatan dilakukan serentak di berbagai kota dan kabupaten di provinsi ini.

Sementara di Salatiga kegiatan tersebut diselenggarakan di kantor Kelurahan Mangunsari Salatiga yang menghadirkan anggota DPRD masing-masing Sholeha Kurniawati , Yusuf Hidayat, Ida Nurul Farida , Soetjipto , dan Yudi Indras Wiendarto sebagai pembicara. Ada pun perempuan yang mengikuti pelatihan sebanyak 20 orang.

Kepada media kepala Bidang Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah Sri Dewi Indrajati mengatakan, dampak Covid-19 yang paling terasa terkait ekonomi. Tak terkecuali para perempuan pun merasakan dampak itu. Karenanya, para perempuan ini perlu dibekali ketrampilan sehingga bisa produktif kembali seperti masa sebelum pandemi Covid-19.
“Ilmu yang didapat dalam pelatihan ini harus ditindaklanjuti dan berusaha untuk diterapkan. Sehingga usaha-usaha yang mampu meningkatkan ekonomi tetap berjalan,” katanya.

Anggota DPRD Ida Nurul Farida mengatakan, para perempuan di Salatiga harus tetap semangat kembali usai pandemi. Para perempuan ini juga termasuk tiang negara dan juga berperan membimbing anak-anak. Diakuinya, dampak pandemi selama ini, kaum perempuan merasakan dalam mengatur ekonomi rumah tangga.

Dalam kesempatan itu, para perempuan mendapatkan pelatihan ekonomi kreatif dari parktisi yang kompeten di bidangnya. Di antaranya membuat mi pangsit yang bernilai ekonomis.

BACA JUGA :

Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan