[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Day: Februari 17, 2021

Rangkap Tiga Jabatan, Pj Sekda Kabupaten Semarang Isi Kekosongan Kursi Kepala Daerah
Pelaksana harian Bupati Semarang Suko Mardiono usai dilantik di rumah dinas Bupati Semarang, Rabu (17/2/2021). (Foto/win) https://rasikafm.com/wp-content/uploads/2021/02/18-16-1.mp3 UNGARAN – Masa...
Jalan Rusak akibat Hujan, Ganjar Minta BPJN Jateng Percepat Perbaikan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo https://rasikafm.com/wp-content/uploads/2021/02/17-16-1.mp3 RASIKAFM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional percepat...
Longsor di Manyaran Gunungpati Semarang, 20 Rumah Warga Retak
Foto: Suara merdeka https://rasikafm.com/wp-content/uploads/2021/02/17-16-2.mp3 RASIKAFM – Sebanyak 20 rumah warga di Bukit Manyaran Permai RT 07 RW 05, Kelurahan Sadeng, Kecamatan Gunungpati Semarang...
Sukses Tingkatkan Omset, UKM Virtual Expo Jateng Kembali di Gelar
Perhelatan UVO 2021 dibuka secara langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Kantor Bank Jateng, Selasa (16/2/2021). (Istimewa) https://rasikafm.com/wp-content/uploads/2021/02/17-14-1.mp3 RASIKAFM...
Jurnalis Salatiga Akan di Vaksin
Walikota Salatiga Yulianto saat membuka acara dengan Jurnalis Salatiga selasa 16 februari 2021 https://rasikafm.com/wp-content/uploads/2021/02/17-18-1.mp3 RASIKAFM – Keberadaan PERS di tengah pandemi...

POPULER

Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11.000 per Kg, Pinsar Sebut Overproduksi dan Dominasi Middleman Jadi Penyebab