KABAR RASIKA

Jurnalis Salatiga Akan di Vaksin

Jurnalis Salatiga Akan di Vaksin

Jurnalis Salatiga Akan di Vaksin

Walikota Salatiga Yulianto saat membuka acara dengan Jurnalis Salatiga selasa 16 februari 2021

RASIKAFM – Keberadaan PERS di tengah pandemi covid-19 sangat penting. Tidak hanya untuk mengabarkan berita dengan baik namun harus menepis berita hoaks yang berkembang di masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Salatiga, Yuliyanto saat membuka Workshop komunitas bangkit dari pandemi dengan PERS sebagai akselerator perubahan, sekaligus dalam rangka memperinggati hari pers ke 74 di Ruang Kalitaman Gedung Setda Lantai 2, Selasa (16/02/2021).

 
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=gz8PfWhWDAc[/embedyt]

Menurutnya, saat ini seluruh lapisan masyarakat termasuk insan pers, tengah mengalami masa-masa sulit yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19. Dimana Insan Pers harus tetap bekerja untuk mewartakan kabar-kabar aktual, berada di garda terdepan walau di tengah kekhawatiran akan penularan COVID-19.

“Pemerintah Pusat telah mengeluarkan beberapa kebijakan, sebagai bentuk apresiasi kepada para insan pers ini. Diantaranya tentang peniadaan Pajak Penghasilan bagi karyawan media massa, juga adanya pemberian vaksin yang akan dilaksanakan secepatnya,”jelas Walikota

Yuliyanto menjelaskan bahwa kebijakan Pemerintah Pusat tersebut juga dilakukan oleh Pemerintah Salatiga dengan memasukan Insan Pers dalam daftar penerima vaksin prioritas untuk tahap kedua.

“Pemberian vaksin tahap dua nanti akan bersama-sama dengan ASN, TNI, Polri, dan beberapa unsur lainnya. Diharapkan kedepan, vaksinasi ini dapat mengurangi kekhawatiran saat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sehari-hari,”ungkapnya (rief)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px