[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Day: Desember 17, 2021

polres-semarang-semeru
Polres Semarang Salurkan Ribuan Kilogram Beras dan Bantuan Lain bagi Korban Erupsi Semeru
Bantuan dihimpun dari keluarga besar Polres Semarang dan masyarakat yang disalurkan kepada korban erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.
santri-mbatik
Isi Kegiatan di Penghujung Akhir Semester, Santriwan Santriwati SMP Tahfizhul Quran Diajari Membatik
Sebagai wujud pelestarian batik serta dalam rangka memberikan pengalaman, santriwan-santriwati SMP Tahfizhul Quran Annida diajari untuk membuat batik tulis. Kegiatan ini dilaksanakan di kompleks SMP Tahfizhul...
Ratusan-Pesepeda-Ikuti-Heri
Ratusan Pesepeda Ikuti Heritage Tour De Java Dalam Rangka HUT Ke 13 Puja Perkasa
Ada yang beda dalam HUT ke 13 PT. Puja Perkasa kali ini, dimana sedikitnya 170 karyawan dari berbagai kota mengikuti Heritage Tour Dejava, olah raga bersepeda keliling tempat wisata dikabupaten Semarang,...

POPULER

ASUS menghadirkan ExpertBook PM5 G2 PM5406 di Indonesia untuk mendukung profesional hybrid dan pelaku usaha kecil-menengah melalui performa AI hingga 50 NPU TOPS, layar 14 inci IPS atau OLED, serta keamanan enterprise. Laptop berbasis AMD Ryzen AI 7 445 ini menawarkan RAM hingga 64GB, dual SSD hingga 3TB, Wi-Fi 7, dan bodi ringan mulai 1,27 kilogram.
ASUS Luncurkan ExpertBook PM5 G2, Laptop Bisnis AI untuk Profesional Hybrid
PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting