[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Terobosan Baru, Rutan Salatiga Hadirkan Kelas Santri Khusus WBP

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga meluncurkan terobosan berupa program kelas santri untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai upaya memberikan bekal agama dan meminimalisir pengulangan tindak pidana. Program ini digagas oleh Kepala Rutan Salatiga Anton Adi Ristanto bersama Hardadi dalam kegiatan Bimbingan Kemandirian dan Kepribadian Keliling yang digelar oleh Balai Pemasyarakatan Kelas I Semarang di Singkong Keju D9 Salatiga pada Selasa, 22 Juli 2025.

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga meluncurkan terobosan berupa program kelas santri untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai upaya memberikan bekal agama dan meminimalisir pengulangan tindak pidana. Program ini digagas oleh Kepala Rutan Salatiga Anton Adi Ristanto bersama Hardadi dalam kegiatan Bimbingan Kemandirian dan Kepribadian Keliling yang digelar oleh Balai Pemasyarakatan Kelas I Semarang di Singkong Keju D9 Salatiga pada Selasa, 22 Juli 2025.

Empat Guru Besar UIN Salatiga Naik Dokar, apa Maknanya?

Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mengukuhkan empat guru besar baru di Auditorium Prof H Achmadi pada Selasa, 22 Juli 2025, dalam sebuah prosesi unik yang melibatkan arak-arakan menggunakan dokar. Para guru besar tersebut adalah Prof. Dr. Supardi dalam bidang Pendidikan Bahasa Arab, Prof. Dr. Achmad Maemun dalam bidang Psikologi Islam, Prof. Dr. Mochlasin dalam bidang Ekonomi Islam, dan Prof. Dr. Abdul Aziz N.P. dalam bidang Manajemen.

Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mengukuhkan empat guru besar baru di Auditorium Prof H Achmadi pada Selasa, 22 Juli 2025, dalam sebuah prosesi unik yang melibatkan arak-arakan menggunakan dokar. Para guru besar tersebut adalah Prof. Dr. Supardi dalam bidang Pendidikan Bahasa Arab, Prof. Dr. Achmad Maemun dalam bidang Psikologi Islam, Prof. Dr. Mochlasin dalam bidang Ekonomi Islam, dan Prof. Dr. Abdul Aziz N.P. dalam bidang Manajemen.

Penghuni Keluhkan Kebocoran Rusunawa Ambarawa, Dewan Minta Perbaikan dan Prioritaskan Kenyamanan

Kondisi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Ambarawa di Kabupaten Semarang mengalami kerusakan serius, membuat sejumlah unit kamar tidak layak huni akibat kebocoran dan kurangnya perawatan. Keluhan disampaikan oleh penghuni seperti Sri Fajarwati (54) yang telah tinggal sejak 2019, serta dibenarkan saat inspeksi mendadak oleh Komisi C DPRD Kabupaten Semarang yang dipimpin Wisnu Wahyudi.

Kondisi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Ambarawa di Kabupaten Semarang mengalami kerusakan serius, membuat sejumlah unit kamar tidak layak huni akibat kebocoran dan kurangnya perawatan. Keluhan disampaikan oleh penghuni seperti Sri Fajarwati (54) yang telah tinggal sejak 2019, serta dibenarkan saat inspeksi mendadak oleh Komisi C DPRD Kabupaten Semarang yang dipimpin Wisnu Wahyudi.