KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Penghuni Keluhkan Kebocoran Rusunawa Ambarawa, Dewan Minta Perbaikan dan Prioritaskan Kenyamanan

Penghuni Keluhkan Kebocoran Rusunawa Ambarawa, Dewan Minta Perbaikan dan Prioritaskan Kenyamanan

Penghuni Keluhkan Kebocoran Rusunawa Ambarawa, Dewan Minta Perbaikan dan Prioritaskan Kenyamanan

Kondisi Rusunawa Ambarawa dikeluhkan sejumlah penghuninya karena beberapa unit kamar ada yang rusak dan bocor. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kondisi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Ambarawa, Kabupaten Semarang terbilang cukup memprihatinkan. Selain kebersihan yang kurang terjaga, beberapa unit kamar di rumah tinggal vertikal 4 lantai ini tidak bisa ditinggali karena bocor.

Salah satu penghuni Rusunawa Ambarawa, Sri Fajarwati (54), mengaku sudah tinggal sejak tahun 2019. Ia merasa cukup nyaman menempati unit yang ia sewa seharga Rp175 ribu per bulan. Namun, ia tak menampik ada beberapa bagian bangunan yang mengalami kerusakan.

“Di tempat anak saya dan kamar-kamar lain banyak yang bocor. Dulu enggak ada batas waktu tinggal, sekarang ada batas maksimal tinggal 6 tahun,” ungkapnya saat ditemui, Selasa (22/7/2025).

Tidak semua penghuni merasakan kenyamanan yang sama. Banyak kamar di Rusunawa Ambarawa yang mengalami kebocoran dan kerusakan parah, sehingga tidak bisa dihuni.

“Insyaallah cukup nyaman, meski listrik dan air tetap masih bayar sendiri,” lanjutnya.

Sebelumnya Komisi C DPRD Kabupaten Semarang melakukan sidak ke lokasi. Ketua Komisi C, Wisnu Wahyudi, mengatakan bahwa pihaknya menerima sejumlah keluhan dari penghuni rusun.

“Kami datang ke sini karena ada masukan dari warga. Ternyata benar, kondisi bangunannya banyak yang bocor. Kebersihannya juga kurang. Ini sangat memengaruhi kenyamanan penghuni,” ungkapnya.

Wisnu menilai rusunawa tersebut hanya “layak” bagi warga yang benar-benar tidak punya pilihan lain. Ia menyoroti bahwa pemerintah seharusnya tidak hanya mengejar pendapatan retribusi, tapi juga memikirkan kenyamanan warga.

“Ke depan jangan hanya fokus ke pendapatan, tapi prioritaskan juga kualitas tempat tinggal. Kalau kondisinya rusak seperti ini, bagaimana orang mau menyewa?” tambahnya.

Diketahui, dari 98 unit kamar, hanya 68 yang terisi. Sisanya tidak dapat disewakan karena rusak berat. Kondisi ini berimbas pada tidak tercapainya target retribusi.

Sementara Kepala UPTD Alat Berat, Rumah Susun, dan Laboratorium DPU Kabupaten Semarang, Agung Pangarso, menyampaikan perawatan bangunan memang terbatas akibat anggaran yang minim. Dari total anggaran Rp33 juta, dana itu harus dibagi untuk tiga rusun: Ambarawa, Ungaran, dan Pringapus.

“Kami hanya bisa melakukan perawatan minor. Untuk perbaikan besar, harus menunggu persetujuan anggaran lanjutan,” jelasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]