URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kondisi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Ambarawa di Kabupaten Semarang mengalami kerusakan serius, membuat sejumlah unit kamar tidak layak huni akibat kebocoran dan kurangnya perawatan. Keluhan disampaikan oleh penghuni seperti Sri Fajarwati (54) yang telah tinggal sejak 2019, serta dibenarkan saat inspeksi mendadak oleh Komisi C DPRD Kabupaten Semarang yang dipimpin Wisnu Wahyudi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Penghuni Keluhkan Kebocoran Rusunawa Ambarawa, Dewan Minta Perbaikan dan Prioritaskan Kenyamanan

Penghuni Keluhkan Kebocoran Rusunawa Ambarawa, Dewan Minta Perbaikan dan Prioritaskan Kenyamanan

Penghuni Keluhkan Kebocoran Rusunawa Ambarawa, Dewan Minta Perbaikan dan Prioritaskan Kenyamanan

Kondisi Rusunawa Ambarawa dikeluhkan sejumlah penghuninya karena beberapa unit kamar ada yang rusak dan bocor. Foto: win
Kondisi Rusunawa Ambarawa dikeluhkan sejumlah penghuninya karena beberapa unit kamar ada yang rusak dan bocor. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kondisi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Ambarawa, Kabupaten Semarang terbilang cukup memprihatinkan. Selain kebersihan yang kurang terjaga, beberapa unit kamar di rumah tinggal vertikal 4 lantai ini tidak bisa ditinggali karena bocor.

Salah satu penghuni Rusunawa Ambarawa, Sri Fajarwati (54), mengaku sudah tinggal sejak tahun 2019. Ia merasa cukup nyaman menempati unit yang ia sewa seharga Rp175 ribu per bulan. Namun, ia tak menampik ada beberapa bagian bangunan yang mengalami kerusakan.

“Di tempat anak saya dan kamar-kamar lain banyak yang bocor. Dulu enggak ada batas waktu tinggal, sekarang ada batas maksimal tinggal 6 tahun,” ungkapnya saat ditemui, Selasa (22/7/2025).

Tidak semua penghuni merasakan kenyamanan yang sama. Banyak kamar di Rusunawa Ambarawa yang mengalami kebocoran dan kerusakan parah, sehingga tidak bisa dihuni.

“Insyaallah cukup nyaman, meski listrik dan air tetap masih bayar sendiri,” lanjutnya.

Sebelumnya Komisi C DPRD Kabupaten Semarang melakukan sidak ke lokasi. Ketua Komisi C, Wisnu Wahyudi, mengatakan bahwa pihaknya menerima sejumlah keluhan dari penghuni rusun.

“Kami datang ke sini karena ada masukan dari warga. Ternyata benar, kondisi bangunannya banyak yang bocor. Kebersihannya juga kurang. Ini sangat memengaruhi kenyamanan penghuni,” ungkapnya.

Wisnu menilai rusunawa tersebut hanya “layak” bagi warga yang benar-benar tidak punya pilihan lain. Ia menyoroti bahwa pemerintah seharusnya tidak hanya mengejar pendapatan retribusi, tapi juga memikirkan kenyamanan warga.

“Ke depan jangan hanya fokus ke pendapatan, tapi prioritaskan juga kualitas tempat tinggal. Kalau kondisinya rusak seperti ini, bagaimana orang mau menyewa?” tambahnya.

Diketahui, dari 98 unit kamar, hanya 68 yang terisi. Sisanya tidak dapat disewakan karena rusak berat. Kondisi ini berimbas pada tidak tercapainya target retribusi.

Sementara Kepala UPTD Alat Berat, Rumah Susun, dan Laboratorium DPU Kabupaten Semarang, Agung Pangarso, menyampaikan perawatan bangunan memang terbatas akibat anggaran yang minim. Dari total anggaran Rp33 juta, dana itu harus dibagi untuk tiga rusun: Ambarawa, Ungaran, dan Pringapus.

“Kami hanya bisa melakukan perawatan minor. Untuk perbaikan besar, harus menunggu persetujuan anggaran lanjutan,” jelasnya. (win)

BACA JUGA :

Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menggelar aktivasi kemerdekaan di tujuh SPBU di Jawa Tengah dan DIY pada Senin (17/8/2026) untuk memperingati HUT ke-81 RI. Melalui program Tebus Murah Paket Sembako, masyarakat dapat membeli paket senilai Rp150 ribu seharga Rp100 ribu, sementara hasil penjualan disalurkan sebagai donasi bagi korban gempa bumi di NTT.
Semarak Kemerdekaan di SPBU, Pertamina Libatkan Veteran hingga Komunitas Ojol
Ratusan warga Dukuh Sinoman, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2026) dengan mengenakan busana Jawa dan kostum pewayangan. Konsep tersebut dipilih warga untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus melestarikan budaya Jawa serta mengenalkan nilai moral pewayangan kepada generasi muda.
Rawat Budaya Jawa, Ratusan Warga Sinoman ikuti Upacara Kenakan Kostum Tokoh Pewayangan
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved