Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Emas Semarang memperkirakan kondisi perairan Semarang dan sekitarnya masih dipengaruhi pola pasang laut tinggi pada Sabtu, 23 Mei 2026. Peningkatan muka air laut diprediksi berlangsung secara bertahap sejak pagi hingga mencapai puncak pada siang dan sore hari.
Berdasarkan data prakiraan pasang surut harian, tinggi muka air laut pada dini hari berada di kisaran 0,3 meter. Memasuki pagi hari, ketinggian air meningkat menjadi 0,6 meter pada pukul 07.00–08.00 WIB, kemudian terus bertambah hingga mencapai 0,8 meter pada pukul 11.00 WIB dan 0,9 meter pada pukul 12.00 WIB.
Pasang maksimum diprakirakan terjadi pada pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai 1 meter. Setelah periode tersebut, ketinggian air berangsur turun menjadi 0,8 meter pada pukul 17.00 WIB dan 0,7 meter pada pukul 18.00 WIB. Surut terendah diperkirakan terjadi pada malam hari sekitar pukul 22.00–24.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai 0,2 meter.
BMKG mencatat Mean Sea Level (MSL) atau rata-rata muka laut berada pada kisaran 0,6 meter. Pola pasang menunjukkan kenaikan yang stabil dari pagi menuju siang sebelum memasuki fase penurunan pada sore hingga malam hari. Kondisi ini perlu mendapat perhatian di wilayah pesisir yang rentan terhadap genangan rob, terutama kawasan pelabuhan, tambak, permukiman pesisir, serta akses jalan pantai di Semarang dan Demak.
Untuk kondisi cuaca maritim di perairan Semarang–Demak, BMKG memprakirakan cuaca didominasi hujan ringan. Suhu udara berkisar antara 27–29 derajat Celsius dengan kelembapan udara sekitar 81 persen. Suhu permukaan laut berada pada kisaran 31 derajat Celsius.
Angin bertiup dengan kecepatan 5–9 knot dan hembusan maksimum mencapai 14 knot. Arus laut bergerak dominan ke arah selatan dengan kecepatan sekitar 0,71–1,05 knot. Sementara itu, tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 0,5–1,25 meter atau kategori rendah hingga sedang di wilayah perairan Semarang, Demak, dan Laut Jawa bagian selatan.
Kombinasi pasang maksimum pada siang hingga sore hari dan kondisi cuaca yang berpotensi hujan ringan dapat meningkatkan akumulasi genangan di sejumlah titik pesisir. Karena itu, masyarakat pesisir, nelayan, pengelola tambak, dan pengguna jasa pelabuhan diharapkan memperhatikan pembaruan informasi cuaca maritim dan pasang surut laut yang dikeluarkan BMKG untuk mendukung aktivitas secara aman dan terencana.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang berlaku Sabtu, 23 Mei 2026 pic.twitter.com/9U0e3paa2F
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) May 22, 2026
