URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sejumlah alat peraga kampanye (APK) di Desa Duren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang dirusak oleh orang tak dikenal.selasa 25.10.22 dinihari.

Mbak Google

KABAR RASIKA

5 Hari Jelang Pilkades Duren, Sejumlah APK Dirusak Orang Tidak Dikenal

5 Hari Jelang Pilkades Duren, Sejumlah APK Dirusak Orang Tidak Dikenal

5 Hari Jelang Pilkades Duren, Sejumlah APK Dirusak Orang Tidak Dikenal

featured-img

Sejumlah alat peraga kampanye (APK) di Desa Duren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang dirusak oleh orang tak dikenal.selasa 25.10.22 dinihari.

APK milik Amin Purnomo calon Kepala Desa (Kades) Duren nomor urut dua ini dibeberapa ruas jalan utama dirusak.

Anehnya, Perusakan APK ini jelang diadakannya kampanye terbuka calon Kades nomor urut dua ini.

Kepada Rasika FM, Amin Purnomo calon kades mengaku sangat dirugikan akibat perusakan APK miliknya.

Pasalnya APK milik Amin ini merupakan sarana dalam melakukan kampanye

Akibatnya APK ia akan menuntut karena perbuatan ini merupakan perbuatan tercela.

“Kami akan menuntut terkait perusakan APK ini, karena itu merupakan perbuatan yang tidak baik dan melanggar aturan negara,” kata Amin kepada wartawan Selasa (25/10/2022).

Pantauan media, Ada tujuh APK berupa poster calon Kades nomor urut dua yang rusak di tiga dusun, yakni Dusun Krajan, Miri dan Dukuh.

Ia juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut sampai tuntas kejadian ini.

“APK kami ada yang disobek-sobek serta ada APK yang resmi dari Pemerintah Kabupaten Semarang khususnya Kecamatan Tengaran itu juga dirusak dan buktinya ada semua,” paparnya.

Sementara itu, Camat Tengaran, Dewanto Leksono Widagdo mengatanan ia mendapatkan informasi terkait perusakan APK selasa pagi.

Pihaknya segera menindaklanjuti kejadian tersebut bersama Danramil, dan Kapolsek.

“Beberapa APK memang dilakukan pengerusakan, hal ini sudah dilakukan investigasi dari pihak Kepolisian,” kata Dewanto.

Dengan dilakukan investigasi dari pihak kepolisian, ia berharap dapat segera menemukan motif dari kejadian tersebut.

“ kita akan mencari motifnya apa, karena kita belum tahu dan belum bisa menyampaikan terkait siapa pelaku dan sebagainya,” ujarnya.

Menurutnya pada 24-26 Oktober, dilakukannya kampanye di Desa Duren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.

Hal ini digelar dengan harapan tidak adanya pergesekan antara para calon kades yang ada di Desa Duren.

“Pada 24 Oktober kemarin para calon kades sudah menyampaikan visi dan misi di forum terbuka lalu pada 25-26 Oktober dilakukannya kampanye setiap calon kades,” paparnya.

Kapolsek Tengaran, Iptu Supeno menjelaskan saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres pasca kejadian pengrusakan APK di desa Duren. “pasca kejadian polsek langsung menginvestigasi di tkp dan melakukan koordinasi dengan calon serta tokoh masyarakat sekitar, sayangnya disekitar lokasi tidak ada CCTV” ujar Kapolsek.

Kapolsek menghimbau agar warga tidak terpancing emosi atas kejadian tersebut.

Seperti diketahui, Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di wilayah Kabupaten Semarang akan digelar pada 30 Oktober 2022 mendatang.

Ket. Video:
– Amin Purnowo Calon kades DUREN
– Kapolsek Tengaran Supeno saat diwawancai Wartawan
– Camat Tengaran Dewanto

 

 

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan