URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
DPC Gerindra Kota Salatiga memperkenalkan Gerakan Jangkrik dengan tujuan memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024. Gerakan ini, yang singkatannya berarti Jangkau Seluruh Titik, mengajak seluruh elemen partai, termasuk caleg, pengurus, organisasi sayap, relawan, dan tim sukses, untuk bergerak ke semua titik, menjumpai masyarakat, dan menyampaikan program nyata.

Mbak Google

KABAR RASIKA

67 Hari Jelang Pemilu 2024, Gerindra Salatiga Kenalkan Gerakan Jangkrik, Seperti Apa?

67 Hari Jelang Pemilu 2024, Gerindra Salatiga Kenalkan Gerakan Jangkrik, Seperti Apa?

67 Hari Jelang Pemilu 2024, Gerindra Salatiga Kenalkan Gerakan Jangkrik, Seperti Apa?

DPC Gerindra Kota Salatiga memperkenalkan Gerakan Jangkrik dengan tujuan memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024. Gerakan ini, yang singkatannya berarti Jangkau Seluruh Titik, mengajak seluruh elemen partai, termasuk caleg, pengurus, organisasi sayap, relawan, dan tim sukses, untuk bergerak ke semua titik, menjumpai masyarakat, dan menyampaikan program nyata.
Foto dok IST
Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah Djoni K, saat mengenalkan gerakan jangkrik dengan timses dan caleg di Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – 67 hari lagi Pemilu 2024, DPC Gerindra Kota Salatiga mengenalkan Gerakan Jangkrik untuk memenangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024. Selain itu, Gerakan Jangkrik ini juga bertujuan semakin mengenalkan calon anggota legislatif kepada masyarakat.

Ketua DPC Gerindra Salatiga Yuliyanto mengatakan Gerakan Jangkrik berarti Jangkau Seluruh Titik. “Sesuai namanya, seluruh caleg, pengurus, organisasi sayap, relawan, dan tim sukses harus bergerak ke semua titik, menjumpai masyarakat dan menyampaikan program nyata,” jelasnya, Kamis (7/12/2023) di Gedung Widya Graha Salatiga.

“Tentu mereka harus mendekati masyarakat, menyapa, menyampaikan visi misi baik dari Prabowo-Gibran, maupun dari caleg sendiri. Semua bergerak sesuai jaringannya, di dapil masing-masing, hingga nanti mencapai kemenangan di Pilpres dan Pileg,” kata Yuliyanto.

Menurut Yuliyanto, Gerakan Jangkrik ini juga menjadi survei dan pendataan terhadap Prabowo-Gibran. “Kan dengan ini bisa diukur warga Salatiga yang memilih Prabowo-Gibran, dimana yang lemah dan yang kuat. Kalau yang lemah, tentu kita perkuat lagi, titik-titiknya kita identifikasi,” jelasnya.

Selain itu, untuk kader dan relawan, juga diberi penguatan mental dan strategi. “Itu termasuk yang terpenting, dengan demikian gerakannya akan selaras dan saling menopang. Kita semua gotongroyong menghadapi pemilu kali ini,” ungkap Yuliyanto.

Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah Djoni K mengatakan dari survei yang dilakukan di Kota Salatiga, pasangan Prabowo-Gibran menempati posisi teratas. “Meski begitu, mesin partai dan timses caleg wajib menindaklanjuti dengan canvasing rumah per rumah untuk ‘menemukan’ pemilih Prabowo-Gibran,” ucapnya.

Menurut Djoni, yang tak kalah penting adalah pengamanan suara di tempat pemungutan suara (TPS). “Setelah kita bekerja untuk kemenangan di masyarakat, maka harus diamankan, sehingga di tingkatan TPS harus diamankan. Saksi yang dimiliki harus kuat dan siap berjibaku,” tegasnya.

BACA JUGA :

Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan