URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ratusan sopir truk menggelar aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang Over Dimension Over Load (RUU ODOL) di depan gedung DPRD Kabupaten Semarang. Aksi ini dilakukan oleh para sopir truk logistik pada Jumat (20/6/2025) di ruas Jalan Diponegoro, Ungaran, Jawa Tengah. Mereka memprotes RUU ODOL karena dinilai merugikan dan mengancam mata pencaharian mereka.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ratusan Sopir Truk Demo Tolak RUU ODOL di Ungaran, Polisi Pastikan Tak Ada Penindakan Selama Masa Transisi

Ratusan Sopir Truk Demo Tolak RUU ODOL di Ungaran, Polisi Pastikan Tak Ada Penindakan Selama Masa Transisi

Ratusan Sopir Truk Demo Tolak RUU ODOL di Ungaran, Polisi Pastikan Tak Ada Penindakan Selama Masa Transisi

Ratusan truk tampak memadati ruas Jalan Diponegoro Ungaran saat kegiatan unjuk rasa sopir truk atas RUU ODOL di gedung DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (20/6/2025). Foto: win
Ratusan truk tampak memadati ruas Jalan Diponegoro Ungaran saat kegiatan unjuk rasa sopir truk atas RUU ODOL di gedung DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (20/6/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Ratusan sopir truk menggelar aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang Over Dimension Over Load (RUU ODOL) di depan gedung DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (20/6/2025). Massa aksi memadati ruas Jalan Diponegoro, Ungaran, sejak pagi hari, menuntut agar pemerintah meninjau kembali kebijakan tersebut karena dinilai merugikan para pengemudi truk.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy yang turun langsung menemui pendemo menyatakan pihak kepolisian memahami keresahan para sopir dan telah menyepakati sejumlah poin bersama perwakilan massa.

“Saya sudah bertemu dengan perwakilan panjenengan, juga dengan Pak Wakil Ketua DPRD. Kami menyepakati bahwa selama masa transisi ini, tidak akan ada penindakan terkait ODOL. Jika ada anggota saya yang bertindak tidak sesuai prosedur, silakan laporkan langsung ke nomor yang sudah saya berikan. Akan saya tindaklanjuti sesuai aturan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar aksi diakhiri dengan tertib. “Tunjukkan bahwa warga Kabupaten Semarang menjunjung tinggi kedamaian dan musyawarah mufakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Umar Sujadi, menyampaikan bahwa seluruh aspirasi dari para sopir telah diterima dan akan disampaikan ke tingkat pusat.

“Kami sudah mencatat seluruh tuntutan panjenengan dan akan meneruskan ke Komisi V DPR RI. Harapannya, RUU ODOL ini bisa ditinjau ulang agar tidak merugikan panjenengan,” kata dia.

Ia juga menambahkan pihaknya akan mengusulkan pembentukan aturan khusus terkait jembatan timbang agar pelaksanaannya di lapangan tidak menimbulkan kerugian bagi para sopir truk.

Sebagai informasi, akibat aksi tersebut arus lalu lintas di Jalan Diponegoro sempat tersendat. Petugas menerapkan rekayasa lalu lintas dengan menutup jalur dari depan RSUD Gondo Suwarno hingga simpang Ungaran Square. Kendaraan dari arah Bawen dialihkan melalui Jalan Slamet Riyadi menuju Gunungpati, sementara dari arah Kota Ungaran diarahkan ke Jalan Ahmad Yani. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan