URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Puluhan personel TNI-Polri berjaga di Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Semarang pada Senin (1/9/2025). Penjagaan dilakukan sejak Sabtu untuk mengantisipasi kericuhan. Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy memimpin patroli gabungan di titik rawan, sebagai upaya menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Mbak Google

KABAR RASIKA

TNI-Polri Perketat Penjagaan Kantor Pemkab dan DPRD Kabupaten Semarang

TNI-Polri Perketat Penjagaan Kantor Pemkab dan DPRD Kabupaten Semarang

TNI-Polri Perketat Penjagaan Kantor Pemkab dan DPRD Kabupaten Semarang

Perisai anti huru-hara tampak disiagakan di kompleks Kantor Bupati Semarang di Ungaran, Senin (1/9/2025). Foto: win
Perisai anti huru-hara tampak disiagakan di kompleks Kantor Bupati Semarang di Ungaran, Senin (1/9/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Suasana di kompleks Kantor Bupati Semarang di Jalan Diponegoro, Ungaran, Kabupaten Semarang pada Senin (1/9/2025) tampak berbeda dari biasanya. Puluhan personel gabungan dari unsur TNI, Polri berjaga di kawasan tersebut.

Tak hanya di kantor bupati, kompleks Kantor DPRD Kabupaten Semarang yang letaknya tak jauh dari lokasi itu juga dijaga ketat aparat.

Salah seorang Petugas Keamanan Dalam (PKD) Kantor Bupati Semarang, Sandhi Pramuka Wardhana, menuturkan penjagaan sudah dilakukan sejak Sabtu (30/8/2025). Selain itu, jumlah personel PKD internal turut ditambah.

“Setiap tamu yang masuk ke area kantor bupati dilakukan screening, ditanya keperluannya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Sementara itu, Polres Semarang sebelumnya juga menggandeng instansi terkait menggelar patroli wilayah. Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polres Semarang bersama unsur TNI dari Kodim 0714/Salatiga serta UPTD Pemkab Semarang melaksanakan patroli gabungan di sejumlah titik strategis, Minggu (31/8/2025) malam.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy yang memimpin langsung kegiatan menjelaskan, patroli gabungan ini merupakan bentuk sinergi antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah untuk menciptakan situasi aman, tertib, dan kondusif.

“Kami bersama unsur TNI dan pemerintah daerah bersatu menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Semarang, mengingat situasi nasional saat ini masih diwarnai aksi-aksi demonstrasi yang berpotensi anarkis di beberapa daerah,” katanya.

Patroli difokuskan pada titik rawan gangguan Kamtibmas, pusat keramaian, serta jalur vital masyarakat. Kegiatan yang berlangsung hingga Senin (1/9/2025) dini hari itu diharapkan memberi rasa aman dan mencegah potensi konflik sosial.

“Kami laksanakan patroli gabungan ini sebagai bukti komitmen TNI-Polri bersama pemerintah daerah untuk menjaga Kabupaten Semarang tetap kondusif,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi isu yang dapat memecah persatuan, serta ikut berperan menjaga keamanan lingkungan masing-masing. (win)

BACA JUGA :

Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa
Satreskrim Polres Semarang mengembangkan penyelidikan dugaan pencurian dengan kekerasan di konter HP Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, setelah ditemukan sesosok mayat dan mobil milik korban di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, Jumat (7/8/2026). Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, hasil olah tempat kejadian perkara, serta barang bukti untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan keterkaitan kedua
Polisi Selidiki Dugaan Curas Royal Phone Ambarawa hingga Telusuri Penemuan Mayat di Grobogan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved