KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Cuaca Ekstrem Bikin Panen Durian Brongkol 2026 Anjlok

Cuaca Ekstrem Bikin Panen Durian Brongkol 2026 Anjlok

Cuaca Ekstrem Bikin Panen Durian Brongkol 2026 Anjlok

Petani durian di Dusun Tabag Gunung, Brongkol, Kabupaten Semarang hendak memasang tali pada buah durian siap panen miliknya, Selasa (20/1/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Petani durian di Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, mengeluhkan panen durian tahun 2026 yang tidak optimal. Musim panen yang biasanya berlangsung pada Desember hingga Januari, tahun ini justru meleset akibat banyak pohon tidak berbuah atau hanya berbuah sedikit.

Suryanto (53), petani durian di Dusun Tabag Gunung, Desa Brongkol, mengatakan hingga pertengahan Januari 2026 dirinya belum bisa memanen durian seperti tahun-tahun sebelumnya. Padahal, pada periode tersebut biasanya sudah memasuki panen raya.

“Biasanya Desember atau Januari sudah panen. Tapi sampai sekarang belum ada. Banyak pohon tidak berbuah,” ujar Suryanto saat ditemui di kebun duriannya, Selasa (20/1/2026).

Ia menduga tingginya intensitas hujan menjadi penyebab utama gagal buah. Curah hujan yang terus menerus membuat bunga durian rontok sebelum berkembang menjadi buah.

“Kalau hujan terus, bunga durian mudah rusak dan rontok,” katanya.

Suryanto menjelaskan, durian lokal Brongkol memiliki ciri khas daging tebal, rasa manis legit berpadu pahit, serta aroma tajam. Sebagian besar pohon durian di desanya merupakan tanaman tua peninggalan nenek moyang dengan usia ratusan tahun dan diameter batang mencapai tiga meter.

“Biasanya pohon-pohon tua ini tetap berbuah setiap tahun,” ungkapnya.

Namun pada musim ini, hasil panen menurun drastis. Pohon besar yang sebelumnya mampu menghasilkan hingga 500 buah, kini hanya berbuah sekitar 200 buah. Sementara pohon yang lebih kecil, dari rata-rata 250 buah, kini hanya menghasilkan sekitar 20 buah. Kondisi tersebut berdampak pada ketersediaan durian Brongkol di pasaran. Sejumlah pelanggan dari berbagai daerah seperti Bogor, Jakarta, Pati, dan Kudus yang biasa memesan durian mengaku kecewa karena stok tidak tersedia.

“Banyak yang menanyakan, tapi memang tidak ada durian. Mau tidak mau mereka kecewa,” ungkapnya.

Ia memperkirakan sebagian kecil pohon yang masih berbuah baru akan bisa dipanen pada awal Februari 2026, itupun dengan jumlah terbatas. Padahal, durian merupakan komoditas andalan warga Desa Brongkol untuk menopang pendapatan tahunan. Hampir setiap keluarga memiliki pohon durian yang biasanya berbuah rutin. Perawatan seperti pemupukan rutin, baik pupuk kandang maupun pupuk kimia, tetap dilakukan oleh petani.

“Walaupun setahun sekali, hasil durian sangat membantu ekonomi warga,” kata Suryanto.

Selain mempertahankan pohon durian lokal tua, sebagian petani juga mulai menanam varietas unggulan seperti musang king, duri hitam, dan bawor. Namun, kondisi cuaca tetap menjadi tantangan utama pada musim panen tahun ini. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Kepala Desa petahana Nyatnyono, Parsunto, mengembalikan formulir pencalonan Pilkades pada hari terakhir pendaftaran, Kamis (15/10/2026). Ia kembali maju untuk melanjutkan pembangunan desa dan pengembangan wisata religi yang dinilai belum maksimal. Panitia mencatat delapan orang mengambil formulir, sedangkan tiga bakal calon telah mengembalikannya hingga Kamis pagi.
Parsunto Pilih Hari Terakhir Kembalikan Formulir Pendaftaran Kades Nyatnyono, Berangkat Jalan Kaki Usai Minta Restu Sesepuh
[pekok2]