KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kreatif! Tukang Cat di Salatiga ini Sulap Motor Yamaha Vixion jadi Jeep Willys Mini

Kreatif! Tukang Cat di Salatiga ini Sulap Motor Yamaha Vixion jadi Jeep Willys Mini

Kreatif! Tukang Cat di Salatiga ini Sulap Motor Yamaha Vixion jadi Jeep Willys Mini

Iksan sedang mencoba Willis ciptaanya

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Adalah M. Iksan (55), warga Pungkursari, Kota Salatiga berhasil menyulap motor Yamaha Vixion miliknya menjadi sebuah Jeep Willys mini yang bisa melaju di jalan raya.

Bahkan jika diamati dari kejauhan, kendaraan berwarna hijau army itu tampak seperti Jeep Willys klasik. Bentuknya gagah, lengkap dengan kap depan, lampu bulat, dan grill khas mobil legendaris era perang. Namun siapa sangka, “jantung” kendaraan tersebut bukanlah mesin mobil, melainkan mesin sepeda motor Yamaha Vixion 155 cc.

Ide tersebut lahir dari keinginannya membuat kendaraan yang berbeda dari kebanyakan. Ia pun memadukan mesin Yamaha Vixion dengan bak persneling milik Daihatsu Zebra.

Selain persneling, kaki-kaki dan sistem kemudi juga memanfaatkan komponen dari mobil tersebut.

Sementara bodi kendaraan dibuat sendiri menggunakan rangka besi dan pelat. Tanpa cetakan khusus, Iksan hanya berpatokan pada tampilan Jeep Willys asli, lalu membentuknya sedikit demi sedikit hingga menyerupai kendaraan legendaris tersebut. Warna hijau army dipilih untuk semakin menguatkan karakter khas Jeep Willys.

Proses pembuatannya memakan waktu sekitar tiga bulan dengan biaya mencapai Rp30 juta. Selama pengerjaan, berbagai kendala sempat ditemui. Namun semuanya diselesaikan melalui proses trial and error yang didukung pengalaman puluhan tahun di bidang perbaikan bodi mobil.

Hasilnya tidak sekadar menjadi pajangan. Jeep Willys mini itu dapat dikendarai dengan nyaman untuk berkeliling Kota Salatiga. Bahkan Iksan pernah mengujinya hingga kawasan wisata Bandungan yang memiliki medan menanjak.

Meski hanya mengandalkan mesin 155 cc, kendaraan tersebut tetap mampu melaju dengan baik karena bobot bodinya relatif ringan. Saat dikendarai, sensasinya pun berbeda dibanding mobil pada umumnya, namun tetap memberikan kenyamanan.

Menurut Iksan, masih ada beberapa bagian yang ingin disempurnakan agar tampilannya semakin rapi dan performanya lebih maksimal. Meski begitu, karya tersebut sudah menjadi bukti bahwa kreativitas dan ketekunan mampu melahirkan kendaraan unik dari perpaduan komponen motor dan mobil.

Karya M. Iksan yang juga terkenal sebagai bengkel cat pinggir jalan Pungkursari ini menjadi contoh bahwa inovasi tidak selalu lahir dari pabrikan besar. Dari sebuah bengkel sederhana di Salatiga, ia berhasil menghadirkan Jeep Willys mini yang tak hanya menarik perhatian, tetapi juga dapat digunakan untuk menjelajahi jalanan dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi penciptanya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]