URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Petani durian di Desa Brongkol, Kabupaten Semarang, mengeluhkan panen durian 2026 yang menurun drastis. Keluhan disampaikan petani lokal pada 20 Januari 2026, setelah musim panen meleset. Tingginya curah hujan diduga menyebabkan bunga rontok, sehingga produksi berkurang dan berdampak pada pendapatan warga serta ketersediaan durian di pasaran.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Cuaca Ekstrem Bikin Panen Durian Brongkol 2026 Anjlok

Cuaca Ekstrem Bikin Panen Durian Brongkol 2026 Anjlok

Cuaca Ekstrem Bikin Panen Durian Brongkol 2026 Anjlok

Petani durian di Dusun Tabag Gunung, Brongkol, Kabupaten Semarang hendak memasang tali pada buah durian siap panen miliknya, Selasa (20/1/2026). Foto: win
Petani durian di Dusun Tabag Gunung, Brongkol, Kabupaten Semarang hendak memasang tali pada buah durian siap panen miliknya, Selasa (20/1/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Petani durian di Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, mengeluhkan panen durian tahun 2026 yang tidak optimal. Musim panen yang biasanya berlangsung pada Desember hingga Januari, tahun ini justru meleset akibat banyak pohon tidak berbuah atau hanya berbuah sedikit.

Suryanto (53), petani durian di Dusun Tabag Gunung, Desa Brongkol, mengatakan hingga pertengahan Januari 2026 dirinya belum bisa memanen durian seperti tahun-tahun sebelumnya. Padahal, pada periode tersebut biasanya sudah memasuki panen raya.

“Biasanya Desember atau Januari sudah panen. Tapi sampai sekarang belum ada. Banyak pohon tidak berbuah,” ujar Suryanto saat ditemui di kebun duriannya, Selasa (20/1/2026).

Ia menduga tingginya intensitas hujan menjadi penyebab utama gagal buah. Curah hujan yang terus menerus membuat bunga durian rontok sebelum berkembang menjadi buah.

“Kalau hujan terus, bunga durian mudah rusak dan rontok,” katanya.

Suryanto menjelaskan, durian lokal Brongkol memiliki ciri khas daging tebal, rasa manis legit berpadu pahit, serta aroma tajam. Sebagian besar pohon durian di desanya merupakan tanaman tua peninggalan nenek moyang dengan usia ratusan tahun dan diameter batang mencapai tiga meter.

“Biasanya pohon-pohon tua ini tetap berbuah setiap tahun,” ungkapnya.

Namun pada musim ini, hasil panen menurun drastis. Pohon besar yang sebelumnya mampu menghasilkan hingga 500 buah, kini hanya berbuah sekitar 200 buah. Sementara pohon yang lebih kecil, dari rata-rata 250 buah, kini hanya menghasilkan sekitar 20 buah. Kondisi tersebut berdampak pada ketersediaan durian Brongkol di pasaran. Sejumlah pelanggan dari berbagai daerah seperti Bogor, Jakarta, Pati, dan Kudus yang biasa memesan durian mengaku kecewa karena stok tidak tersedia.

“Banyak yang menanyakan, tapi memang tidak ada durian. Mau tidak mau mereka kecewa,” ungkapnya.

Ia memperkirakan sebagian kecil pohon yang masih berbuah baru akan bisa dipanen pada awal Februari 2026, itupun dengan jumlah terbatas. Padahal, durian merupakan komoditas andalan warga Desa Brongkol untuk menopang pendapatan tahunan. Hampir setiap keluarga memiliki pohon durian yang biasanya berbuah rutin. Perawatan seperti pemupukan rutin, baik pupuk kandang maupun pupuk kimia, tetap dilakukan oleh petani.

“Walaupun setahun sekali, hasil durian sangat membantu ekonomi warga,” kata Suryanto.

Selain mempertahankan pohon durian lokal tua, sebagian petani juga mulai menanam varietas unggulan seperti musang king, duri hitam, dan bawor. Namun, kondisi cuaca tetap menjadi tantangan utama pada musim panen tahun ini. (win)

BACA JUGA :

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga