KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar

Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar

Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar

Gani Nur Rahman bersama Nur Adi Utomo saat melintas didepan Pagar warungnya (Foto Arief Rasika)

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Protes itu dilayangkan oleh Gani Nur Rahman, setelah akses menuju warungnya ditutup oleh pihak lain.Warung yang menghadirkan ruang kreatif sekaligus kawasan konservasi di Kota Salatiga kini terkendala persoalan akses.

Kepada rasikafm.com pengelola Warung Soemantri (War Soe Man), Gani Nur Rahman, mengatakan akses utama menuju lokasi usahanya ditutup pagar sehingga menyulitkan kendaraan keluar masuk.

Warung Soemantri berlokasi di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Gani mengatakan, sejak pagar berdiri, akses yang semula dapat digunakan kini tertutup. Jalur alternatif yang tersedia dinilai terlalu sempit dan tidak aman dilalui mobil maupun sepeda motor.

“Awalnya memang diberi jalan masuk, tetapi tidak layak karena terlalu kecil. Untuk mobil maupun motor sangat berbahaya. Sebenarnya saya sudah membuka akses di sini, tetapi kemudian ditutup pagar oleh salah pihak lain dengan alasan pembatasan wilayah tanah,” kata Gani didampingi kuasa hukumnya Nur Adi Utomo SH Rabu (1/7/2026).

Menurutnya penutupan akses tersebut berdampak langsung terhadap proses pembangunan. Biaya proyek membengkak sehingga penyelesaiannya menjadi lebih lama dari rencana.

“Yang pasti biaya jadi lebih besar. Pembangunan juga molor karena anggaran harus disesuaikan lagi,” ujarnya.

Gani mengaku hingga kini belum pernah menyampaikan keberatan. Selama ini, ia memilih menyelesaikan pembangunan terlebih dahulu sebelum menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Saya memang belum pernah menyampaikan langsung. Kemarin fokus menyelesaikan pembangunan dulu. Sekarang baru mulai mengurus persoalan ini, termasuk menjawab somasi yang pernah ada,” katanya.

Selain menghambat pembangunan, keterbatasan akses juga dikeluhkan para pengunjung. Banyak calon pelanggan, terutama yang membawa mobil, mengurungkan niat datang karena kesulitan mencari jalan masuk dan area parkir.

“Rata-rata pengunjung komplain karena akses keluar masuk sulit. Orang yang membawa mobil sering bingung parkir, akhirnya tidak jadi masuk,” ungkapnya.

Gani menjelaskan, Warung Soemantri tidak hanya akan berfungsi sebagai tempat kuliner. Ia menyiapkan konsep creative space yang menggabungkan ruang edukasi, laboratorium mini, kawasan konservasi, hingga inkubator bagi pelaku usaha muda.

“Kami ingin tempat ini menjadi ruang aktivitas. Selain warung, nanti ada edukasi, laboratorium mini, dan inkubator bagi anak-anak muda yang punya produk tetapi kesulitan mencari tempat pengembangan maupun pendanaan,” jelasnya.

Ia juga berencana mengembangkan kawasan tersebut sebagai area konservasi karena berada di wilayah resapan air. Salah satu program yang disiapkan adalah penanaman pohon untuk mendukung pemulihan sumber mata air.

“Harapan saya akses ini bisa dibuka kembali sehingga tempat ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, kreativitas, maupun pelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Gani Nur Rahman berikan keterangan media

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]