URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar

Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar

Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar

Gani Nur Rahman bersama Nur Adi Utomo saat melintas didepan Pagar warungnya (Foto Arief Rasika)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Protes itu dilayangkan oleh Gani Nur Rahman, setelah akses menuju warungnya ditutup oleh pihak lain.Warung yang menghadirkan ruang kreatif sekaligus kawasan konservasi di Kota Salatiga kini terkendala persoalan akses.

Kepada rasikafm.com pengelola Warung Soemantri (War Soe Man), Gani Nur Rahman, mengatakan akses utama menuju lokasi usahanya ditutup pagar sehingga menyulitkan kendaraan keluar masuk.

Warung Soemantri berlokasi di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Gani mengatakan, sejak pagar berdiri, akses yang semula dapat digunakan kini tertutup. Jalur alternatif yang tersedia dinilai terlalu sempit dan tidak aman dilalui mobil maupun sepeda motor.

“Awalnya memang diberi jalan masuk, tetapi tidak layak karena terlalu kecil. Untuk mobil maupun motor sangat berbahaya. Sebenarnya saya sudah membuka akses di sini, tetapi kemudian ditutup pagar oleh salah pihak lain dengan alasan pembatasan wilayah tanah,” kata Gani didampingi kuasa hukumnya Nur Adi Utomo SH Rabu (1/7/2026).

Menurutnya penutupan akses tersebut berdampak langsung terhadap proses pembangunan. Biaya proyek membengkak sehingga penyelesaiannya menjadi lebih lama dari rencana.

“Yang pasti biaya jadi lebih besar. Pembangunan juga molor karena anggaran harus disesuaikan lagi,” ujarnya.

Gani mengaku hingga kini belum pernah menyampaikan keberatan. Selama ini, ia memilih menyelesaikan pembangunan terlebih dahulu sebelum menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Saya memang belum pernah menyampaikan langsung. Kemarin fokus menyelesaikan pembangunan dulu. Sekarang baru mulai mengurus persoalan ini, termasuk menjawab somasi yang pernah ada,” katanya.

Selain menghambat pembangunan, keterbatasan akses juga dikeluhkan para pengunjung. Banyak calon pelanggan, terutama yang membawa mobil, mengurungkan niat datang karena kesulitan mencari jalan masuk dan area parkir.

“Rata-rata pengunjung komplain karena akses keluar masuk sulit. Orang yang membawa mobil sering bingung parkir, akhirnya tidak jadi masuk,” ungkapnya.

Gani menjelaskan, Warung Soemantri tidak hanya akan berfungsi sebagai tempat kuliner. Ia menyiapkan konsep creative space yang menggabungkan ruang edukasi, laboratorium mini, kawasan konservasi, hingga inkubator bagi pelaku usaha muda.

“Kami ingin tempat ini menjadi ruang aktivitas. Selain warung, nanti ada edukasi, laboratorium mini, dan inkubator bagi anak-anak muda yang punya produk tetapi kesulitan mencari tempat pengembangan maupun pendanaan,” jelasnya.

Ia juga berencana mengembangkan kawasan tersebut sebagai area konservasi karena berada di wilayah resapan air. Salah satu program yang disiapkan adalah penanaman pohon untuk mendukung pemulihan sumber mata air.

“Harapan saya akses ini bisa dibuka kembali sehingga tempat ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, kreativitas, maupun pelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Gani Nur Rahman berikan keterangan media

BACA JUGA :

BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved